Pendidikan

SMPN 1 Wanayasa: Pemanfaatan Digitalisasi Dalam Proses Pembelajaran

Tujusatu.com – Pemerintah Pusat melalui Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah menyiapkan akun layanan pembelajaran elektronik yang disebut belajar.id. Pembelajaran digital ini sangat berguna bagi peserta didik, guru maupun tenaga kependidikan. Semua siswa dari jenjang PAUD hingga SMA.

SMPN 1 Wanayasa termasuk sekolah yang sudah menerapkan digitalisasi dalam proses pembelajaran. Salah satu guru penggerak di sekolah tersebut, Ahmad Dani atau biasa dipanggil Pak Ahdan oleh murid-murid menggunakan tiga platform dalam proses pembelajaran yaitu; Canva, Akun belajar.id dan Quizizz.

Menurut Ahdan penggunaan Canva untuk membuat presentasi pembelajaran dan siswa menyelesaikan tugas dengan mengirimkan jawaban yang dibuat dengan aplikasi ke Canva yang dikirimkan ke akun belajar.id. Selain itu siswa juga mengerjakan soal-soal quiz melalui aplikasi Quizizz. Pemilihan aplikasi ini karena setelah soal selesai, guru bisa mengetahui skor dari peserta didik.

Baca Juga :  Pesawat Ketiga Berisikan Bantuan Kemanusiaan Bagi Warga Palestina Diberangkatkan

“Saya mencoba mengimbangi penggunaan gadget untuk belajar dengan memanfaatkan akun belajar.id dan beberapa platform sebagai media pembelajaran. Anak-anak menjadi semangat dan mempunyai motivasi lebih dan hasil belajarnya pun meningkat. Mereka juga sering diminta membuat tugas video yang kemudian disimpan di media sosialnya mereka untuk kemudian diberikan nilai oleh guru” Jelas Ahdan.

Beberapa peserta didik mengatakan sangat menyukai pembelajaran berbasis digital.

“Pembelajaran dilakukan dengan teknologi yang terus berkembang pada jaman saat ini. Pembelajraan sangat menyenangkan, lebih mudah mendapatkan informasi dan lebih mengerti apa yang disampaikan guru” ucap Lestari Destiani salah satu siswi kelas 8

Baca Juga :  Masantren Disakolah, SMPN 5 Purwakarta Sehari Khatam 30 Juz

“Penggunaan teknologi sangat memudahkan bagi siswa. Penggunaan teknologi seperti Canva bisa memperjelas pemahaman materi dan mengetahui lebih mudah materi yang dijelaskan oleh guru” ucap Reza Nurjaman siswa kelas 8.

Menurut Kepala SMPN 1 Wanayasa, H. Mochamad Izzudin, M.Pd , sekolahnya mempunyai dua guru penggerak yang keduanya memiliki potensi termasuk salah satunya guru penggerak yang berbasis IT.

“Disamping menggerakkan dirinya sendiri juga bisa mengajak teman-temannya untuk terlibat dalam penggunaan digitalisasi dalam pengajaran. Hampir sebagian besar guru SMPN 1 Wanayasa sudah menerapkan pola pembelajaran berbasis digital karena lebih fleksibelitas dan lebih leluasa dalam membuat inovasi pembelajaran” Ungkap Izzudin.

Baca Juga :  Antusias Peserta Didik dan Guru SDN 2 Cikopo Tanam Pohon Bambu di Kawasan Arboretum

Sekolah yang di tahun ini menjadi Juara Umum Science Camp, ke depannya selain terus melaksanakan pembelajaran berbasis digital nantinya juga akan mengembangkan kompetensi dari seni budaya, keagamaan dan olahraga.

“Peran serta masyarakat dan orang tua sangatlah membantu dalam pelaksaaan pembelajaran di sekolah dan juga dalam melihat potensi peserta didik. Peran sekolah menjadi tempat anak itu mengembangkan potensinya melalui lomba-lomba yang diikuti bahkan semoga bisa sampai tingkat yang lebih tinggi” demikian ungkap Izzudin. (MH/Red)

Artikel Terkait

Back to top button
Don`t copy text!