
Pemerintah Gagal Cukaikan MBDK Generasi Emas Jadi Cemas
Lampung,Tujuhsatu.com;
Medan,Lampung,Makasar,23 Juli 2024,Koalisi Gerakan Anti Minuman Berpemanis Dalam Kemasan (MBDK) di Medan,Lampung dan Makasar yang tengah aktif melakukan Advokasi Penerapan Cukai pada minuman manis dalam kemasan,menanggapi pernyataan Kementrian Perindustrian(Kemenperin)mengenai wacana Penerapan Standar Nasional Indonesia(SNI) bagi minuman berpemanis.
Dalam pemberitaan media pada tanggal 11/07/2024 diketahui bahwa,Direktur jenderal Industri Agro Kemenperin,Putu Juli Ardika,menyebutkan bahwa tujuan penerapan SNI untuk minuman berpemanis sama seperti Cukai,yaitu guna menekan konsumsi gula,garam dan lemak(GGL).
Kemenperin berpendapat bahwa penerapan SNI lebih tepat dibandingkan dengan pengenaan cukai karena dianggap lebih ketat dan membawa kinsekuensi pidana bagi pelanggar.
Namun Kualisi gerakan anti MBDK berpendapat bahwa langkah ini mungkin tidak sepenuhnya efektif dalam mengurangi konsumsi minuman berpemanis dan mencapai tujuan kesehatan masyarakat.
Kualisi Gerakan Anti MBDK yang terdiri dari berbagai organisasi masyarakat sipil dan aktivis kesehatan di tiga kota besar yakni Medan,Makasar dan Lampung turut menyampaikan dukungannya terhadap penerapan cukai untuk minuman berpemanis dalam kemasan.
Aryanto Yusuf salah satu Aktivis Lampung menanggapi keadaan seperti ini menjelaskan Bahwa”Dilampung kami melihat dampak negatip dari konsumsi minuman berpemanis terhadap kesehatan masyarakat”jelasnya
“Penerapan cukai akan memberikan sinyal kuat kepada konsumen untuk mengurangi konsumsi minuman berpemanis”,jelasnya lagi
“Kami mendesak perintah untuk segera merealisasikan kebijakan ini demi kebaikan bersama”jelasnya
Jika pemerintah serius ingin menyelamatkan generasi emas dari ancaman diabetes dan penyakit lain akibat konsumsi gula berlebihan maka sudah saatnya pemerintah terapkan cukai MBDK saat ini juga,dan kelola serta batasi konsumsi MBDK secara baik terutama dilingkungan sekolah,jelas Aryanto Yusuf
Kualisi Gerakan Anti MBDK berharap agar pemerintah mempertingkan kembali opsi penerapan cukai pada minuman berpemanis sebagai bagian dari strategi konfrehensif untuk menekan konsumsi gula berlebihan di Indonesia.
Koalisi juga siap belerjasama dengan semua pihak terkait untuk memastikan bahwa kebijakan yang diterapkan benar-benar efektif dan berdampak pisitif bagi kesehatan masyarakat.
Koalisi Gerakan Anti MBDK mengajak semua pihak untuk mendukung upaya ini dan bersama-sama menciptakan Indonesia yang lebih sehat tanpa dampak buruk dari konsumsi berlebihan gula,garam dan lemak.(***).



