DaerahHukum & KriminalNasionalPeristiwa

Konten kreator terlibat perselisihan di RSUD Pirngadi Medan , dilaporkan ke Polda Sumut

Klik Untuk Mendengarkan Berita

Medan, Tujuhsatu.com : Sebuah insiden viral yang melibatkan seorang konten kreator dan keluarga pasien di Rumah Sakit Pringadi Medan telah dilaporkan ke kepolisian Polda Sumatera Utara , Senin (07/04/2025 ) .

Konten kreator yang dikenal dengan nama aleh aleh khas Medan terlibat perselisihan dengan M Helmi (keluarga pasien ) didepan ruang gawat darurat rumah sakit Pringadi pada hari Jumat 04 April 2025 .

Insiden yang terekam video dan tersebar luas dimedia sosial dan menarik perhatian publik .

Lanjut , sebelum nya aleh aleh khas Medan meng-klaim menjadi korban penganiayaan oleh M Helmi , namun hal itu disangkal oleh M Helmi melalui kuasa hukumnya Hendrik RH Pakpahan,S.H  .

Baca Juga :  Areal Peta Kerja PT PLP Tidak Sesuai Dengan Fakta Dilapangan, Masyarakat Desa Huta Baringin Minta Pimpinan PT PLP Legowo

Kuasa hukum menganggap bahwa tindakan aleh telah merusak reputasi dan nama baik kliennya M Helmi karena aleh aleh khas Medan telah merekam dan menyebarkan serta memberikan kan informasi palsu melalui media sosial dengan mengatakan kalau M Helmi merupakan karyawan rumah sakit .

Kuasa hukum Hendrik RH Pakpahan,S H . melaporkan aleh aleh kePolda Sumut pada hari Senin 7 April 2025 , pelanggaran undang undang informasi dan transaksi elektronik (ITE)  dengan nomor laporan STTLP /B/482/IV/2025/SPKT/Polda Sumatera Utara. Tentang pencemaran nama baik dan fitnah .

Baca Juga :  Sidang Lanjut Ketua IPK Pancur Batu Pembantai Dua Supir Truk PT Key Key, Korban : Saya Diserang Lebih Dari 50 Orang Mengunakan Sajam Dan Senapan Angin Pak Hakim..!!

Polda Sumut tengah menyelidiki insiden tersebut .
Pihak kepolisian tengah menyelidiki bukti bukti termasuk rekaman video dan unggahan dimedia sosial , untuk menentukan fakta yang sebenarnya .

Pada saat awak media mengkonfirmasi pihak rumah sakit mengklarifikasi bahwa antara perselisihan aleh aleh khas Medan dengan M Helmi
Mengatakan kalau Helmi bukanlah seorang sekuriti dirumah sakit .
Karena sekuriti rumah sakit tidak pernah terlibat penganiayaan fisik dengan aleh aleh khas Medan .

Dengan viralnya kasus ini pihak rumah sakit juga dalam waktu dekat ini akan melaporkan aleh aleh khas Medan ke Polda Sumatera Utara, karena dinilai sudah membuat keributan dirumah sakit dan mengganggu ketenangan dan kenyamanan pasien , ungkapnya .

Baca Juga :  ASETI Ucapkan Selamat Ulang Tahun ke-435 Kota Medan; Harap Perhatian Kesejahteraan Seniman Tari

Insiden ini telah memicu perdebatan luas di media sosial dan masyarakat kita Medan .
Dengan banyak pihak telah menyoroti potensi pelecehan online dan pentingnya menciptakan konten yang bertanggung jawab.

Diharapkan untuk semua pihak agar kejadian ini tidak terulang lagi dan para konten kreator diharapkan bijak dalam bermedia sosial agar tidak ada saling merugikan antara satu pihak dengan pihak lain .(Tim)

Artikel Terkait

Back to top button
Don`t copy text!