
Kapolres sbb di minta mengganti danpos laala tidak berhasil mengamankan bentrok dua dusun ani-pawai
SBB,Tujuhsatu.com – Konflik antar dua Dusun tadi malam sekitar pukul: 22:24 Wit, di kabarkan saling curiga dalam menyerang hingga keteganganpun terjadi, agar tidak saling curiga masyarakat di himbau mengambil akses informasi dari pos Polisi yang di tugaskan di lokasi bentrok dua Dusun masing masing jangan menerima informasi yang belum tentu benar, hingga berpengaruh pada situasi.
Masyarakat dari dua bela pihak yang bertikai pastinya tidak menginginkan konflik berlanjut namun di curigai ada oknum propokator yang sengaja memperkeruh situasi untuk mengambil keuntungan politiknya.
Konflik ini bukan soal suku tapi soal oknum yang membuat penyebab, Polisi harus menyilidiki siapa dalang dari semua ini dan tangkap oknum oknum yang menjadi propokator, sebab dilihat dari sejarah mereka ini bersaudara dan tidak ingin bermusuhan.
Media ini menemukan masyarakat Dusun Ani yang mempertanyakan kenapa pada hari jumat tanggal 20 lalu, Polisi membiarkan masa dari pawai masuk ke kampung Ani untuk menyerang masyarakat Dusun ani, dan kenapa Polisi melakukan penembakan gas air mata selalu mengarah ke masyarakat Dusun ani bukan sebaliknya menghalau masa dari pawai?
Menurut pengakuan seorang warga Dusun Ani akibat tembakan polisi tersebut mengakibatkan satu orang luka tembak di bagian paha kanan, peristiwa ini dengan spontan masyarakat menilai bahwa ada keberpihakan.
Masyarakat meminta kepada Kapolda Maluku dan Kapolres Seram bagian Barat untuk segera memindahkan Danpos laala serta anggotanya dari Desa loki kecamatan Huamual, mereka dinilai tidak berhasil dalam mengamankan situasi konflik dua kelompok hingga terjadi banyak korban, Brimob yang mengeluarkan tembakan hingga melukai warga di tarik dan di proses.
Masyarakat berharap setelah ada pergantian Danpos laala kondisi dan situasi kembali normal tidak ada lagi konsentrasi masa yang saling curiga dan masyarakat kembali mengambil aktifitas masing masing.tutup.22.03.2026 (LDR)



