Daerah

Opini : Demokrasi Era Reformasi, Berbeda Pilihan Hal yang Wajar Tapi Bukan Berarti Harus ada Perpecahan dan Permusuhan

Opini : Demokrasi Era Reformasi, Berbeda Pilihan Hal yang Wajar Tapi Bukan Berarti Harus ada Perpecahan dan Permusuhan
Opini : Demokrasi Era Reformasi, Berbeda Pilihan Hal yang Wajar Tapi Bukan Berarti Harus ada Perpecahan dan Permusuhan

SIDOARJO, JATIM -Tujuhsatu.Com. Perjalanan Demokrasi negara yang kita cintai Indonesia itu begitu panjang, dimulai pada Periode Tahun 1945 – 1959 yang menganut Demokrasi Liberal atau istilah bisa disebut Demokrasi Parlementer, Periode Tahun 1959 – 1965 Demokrasi terpimpin dan pada Periode 1965 – 1998 Demokrasi Orde baru. dan Priode dari Tahun 1998 sampai sekarang Tahun 2024 Demokrasi secara langsung atau bisa disebut Demokrasi Era Reformasi. 16/01-2024.

Demokrasi saat ini sebenarnya sudah begitu baik, karena sebagai masyarakat kita di berikan kebebasan untuk memilih saat Pemilu (Pemilihan Umum) Demokrasi disini jelas sekali maknanya dan garis besarnya adalah kebebasan beragama, berserikat serta menyampaikan pendapat dan sebagainya, selama itu tidak menabrak rambu -rambu atau undang -undang, pastinya tidak melanggar hukum, tetap mengedepankan etika dan pastinya sesuai dengan norma -norma yang ada sesuai dengan nilai -nilai Pancasila.

Hal ini sejalan dengan pasal 28 E ayat (2) Undang -undang Dasar Tahun 1945 yang menyatakan “Setiap orang berhak atas kebebasan meyakini suatu kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya”. Begitu juga dengan pasal 28 E ayat (3) Undang -undang Dasar 1945 berbunyi “Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat”.

Baca Juga :  Danrem 043/Gatam Pimpin Acara Tradisi Penerimaan Perwira Baru Serta Penyerahan Jabatan Kasrem 043/Gatam Dan Sertijab Dandim 0410/KBL

Berangkat dari sistem Demokrasi inilah tentunya masyarakat mulai berani kritis, berani mengemukakan pendapat dan mulai berani untuk mengekspresikan apa yang ia rasakan, baik itu melalui ucapan maupun tindakan.

Di Tahun 2024 ini kita pastinya optimis untuk menyongsong pemilu yang damai, kondusif dan pastinya bermartabat, kita tahu ada tiga Capres yang bertarung untuk menjadi presiden Republik Indonesia yang kita cintai ini, penulis tidak perlu jabarkan mengingat pembaca pastinya sudah tahu semua calon kandidat Presiden dan wakil presiden dari nomor urut satu (1), Dua (2) dan tiga (3), mereka punya visi dan misi serta mempunyai program, pastinya bagaimana mereka bisa meyakini rakyat Indonesia untuk menjatuhkan pilihan, disaat dimana di bilik suara mereka berharap di coblos sesuai dengan nomor urut masing -masing.

Baca Juga :  Camat medan kota diduga membekingi bangunan Ex Garuda Plaza Hotel, Masyarakat taat Hukum Medan kota Gelar Aksi Demo kantor camat medan kota

Sistem Demokrasi yang kita jalankan saat ini pastinya sudah baik, bahkan cenderung dewasa dan transparan, tinggal bagaimana menjalankannya, karena berbeda pendapat itu hal yang biasa, tetapi jangan sampai perbedaan kemudian diperuncing yang akhirnya membuat perpecahan, bukankah dengan adanya lawan berdebat adalah bagian dari teman berpikir, karena berbeda pandangan, pendapat itu indah seperti layaknya pelangi dengan warna warninya.

Yang kita tahu pastinya mereka dalam hal ini calon kandidat Presiden mempunyai visi dan misi, dengan berbagai macam program untuk meyakinkan pendukungnya, dan pada akhirnya masing -masing pendukung, loyalis meng claim bahwa jagonya lah yang paling berpeluang untuk menang, jagonya yang mempunyai program unggulan, jagonya lah yang mempunyai kapasitas dan akuntabilitas untuk menjadi seorang pemimpin, inilah pada akhirnya menjadi sebuah perdebatan yang panjang, penulis berpikir itu suatu kewajaran dan pastinya sah -sah saja, berbeda pilihan, berbeda pandangan, berbeda pendapat, secara tidak langsung kita mau tidak mau mengakui bahwa demokrasi kita ini semakin maju dan pastinya menunjukan semakin dewasanya masyarakat dalam mengimplementasikan negara yang demokratis.

Baca Juga :  PTPN2 Gelar Bakti Sosial, Sebagai Wujud Keperdulian Sosial Bagi Masyarakat

Pastinya sebagai Negara yang bermartabat, negara yang besar dan sekarang menganut Demokrasi Era Reformasi tetap kita bergandengan tangan, tetap menjaga hubungan yang baik antara satu sama lainnya, pastinya bersatu padu dan bahu membahu demi suksesnya Pemilu 2024 yang kondusif, damai, jujur, adil dan pastinya bermartabat, siapapun yang nantinya yang menang dalam pertarungan Pilpres Ini mereka adalah putra -putra bangsa yang terbaik yang ingin mengabdikan dirinya melakukan pekerjaan -pekerjaan yang besar dan melakukan perubahan ke arah yang lebih baik untuk bangsa yang kita cintai ini. apapun pilihannya yang terpenting berdasarkan keinginan mu sendiri bukan karena paksaan, desakan dan bukan embel -embel karena hubungan keluarga, karena Amplop yang berisi uang, tentukan pilihanmu, karena suaramu sangat berarti  menentukan nasib Bangsa ini, gunakan sebaik -baiknya hak pilihanmu dengan baik dan yang pastinya sesuai dengan hati nurani

Catatan : Arjun Herman

Berita Terkait

Back to top button
Don`t copy text!