DaerahNasionalPeristiwa

LSM Soroti Jalan Desa Cempaka: Anggaran Besar, Hasil Minim

Klik Untuk Mendengarkan Berita

Lebak,Tujuhsatu.com- Sabtu 24 Mei 2025 – Proyek pembangunan jalan poros desa (lapen) di Desa Cempaka, Kecamatan Cirinten, Kabupaten Lebak, yang bersumber dari Dana Desa (DD) tahun anggaran 2025, menuai kritik tajam dari masyarakat dan LSM. Pekerjaan ini diduga dikerjakan tidak maksimal, bahkan dicurigai ada pengurangan material penting seperti aspal.

Hasil pantauan di lapangan menunjukkan kondisi jalan yang sangat memprihatinkan. Lapisan aspal tampak sangat tipis hingga terlihat tanah dasarnya, sementara bagian screeding justru terlalu tebal dan tidak proporsional. Hal ini menimbulkan keraguan terhadap daya tahan jalan tersebut.

Baca Juga :  Wujudkan Mimpi Anak Sekolah, Danrem 043/Gatam Hadiri Peresmian Jembatan Gantung Garuda di Kelumbayan

“Bagaimana jalan ini bisa bertahan lama kalau kualitas pengerjaannya seperti ini? Jelas terlihat asal jadi,” ujar salah satu warga pengguna jalan.

Menurut warga lainnya, kondisi jalan bergelombang dan tidak nyaman dilalui. “Menurut saya ini hanya formalitas. Seolah-olah proyek dijalankan hanya untuk menggugurkan kewajiban, bukan demi manfaat jangka panjang. Yang penting selesai dan untung,” ujarnya beberapa hari lalu.

Baca Juga :  Dukung Program Asta Cita Prabowo, Kapolres Langkat Tinjau Lahan Jagung di Asrama Polres

Saat awak media mencoba mengkonfirmasi kepada Kepala Desa Cempaka, Samun, beliau tidak ditemukan di kantor desa. Salah satu perangkat desa menyampaikan bahwa Kades sudah pulang dan menyarankan untuk menemui di rumahnya. Namun, saat didatangi ke kediamannya, Kades juga tidak berada di tempat.

Tak berhenti di situ, awak media mencoba menghubungi lewat pesan WhatsApp. Pesan terbaca, namun tidak mendapatkan tanggapan apapun. Sikap diam ini menimbulkan dugaan bahwa Kepala Desa enggan memberikan klarifikasi atau hak jawab.

Baca Juga :  Labuhanbatu - Di duga Aiptu AN Polisi Polres Labuhanbatu Menerima Tiga unit mobil ilegal.

Rohim, dari Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), menyayangkan sikap tertutup tersebut. “Seharusnya sebagai pemimpin desa, beliau terbuka terhadap publik dan siap menjelaskan. Bukan justru terkesan menghindar dari wartawan atau LSM,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Desa maupun Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) belum memberikan keterangan resmi. Media dan LSM akan terus menggali informasi lanjutan untuk pemberitaan selanjutnya.

Heru Kz

Artikel Terkait

Back to top button
Don`t copy text!