DaerahHukum & KriminalNasional

Gawat !! Ada Temuan BPK di RSU Haji Medan 

Klik Untuk Mendengarkan Berita

Medan, Tujuhsatu.com – Pimpinan RSU Haji Medan engan atau tidak mau menjawab konfirmasi wartawan terkait temuan BPK atas perbedaan pengakuan nilai utang antara RSU Haji Medan dengan pihak penyedia, Selasa 24 September 2024.

 

Dengan ini timbulnya dugaan mar’up. disebabkan sudah berulang-ulang kali awak media ini melakukan konfirmasi kepada pihak Kabag Keuangan RSU Haji Medan tidak pernah di respon dengan alasan seribu bahasa.

 

Mirisnya pihak ke Humasan RSU Haji Medan saat di konfirmasi baik secara langsung dan jaringan seluler selalu memberi alasan jika Kabag RSU Haji Medan selalu sibuk jadi tidak bisa ditemui.

Baca Juga :  Pj Gubernur Sumut Buka Pra Musrenbang Zona Pantai Barat, Sampaikan Empat Strategi Kembangkan Potensi Daerah

 

Saat ditemui Humas RSU Haji Medan mengaku tidak kafasitasnya untuk menjawab konfirmasi ini. Menurutnya Kabag Keuanga rumah sakit lah yang menjawab.

 

“Untuk permasalahan ini saya kurang begitu mengetahui, abang-abang nanti bisa langsung menanyakan kepada Kabag Keuangan,” jawab Humas RSU Haji Medan.

 

Diceritakan Arfan selaku Humas RSU Haji Medan, permasalahan yang mau dikonfirmasi awak media ialah pertanyakan yang menurut pendapatnya bersifat adalah hutang antara pihak rumah sakit dan penyedia.

 

Tidak hanya itu, jauh-jauh hari sebelumnya awak media ini sudah bolak-balik mendatangi rumah sakit tersebut. Dan pihak media sudah melayangkan surat konfirmasi kepada Direktur rumah sakit tersebut.

Baca Juga :  Wujud Dukung Pilkada Damai 2024, PERMATA GBKP Ajak Masyarakat Tolak Ujaran Kebencian

 

Adapun temuan BPK yang ingin dikonfirmasi wartawan tentang penyajian saldo kewajiban jangka pendek pada RSU Haji belum sesuai

dengan kondisi senyatanya.

Dslam catatan BPK tertulis Pemprov Sumut pada neraca menyajikan saldo kewajiban jangka pendek per 31 Desember 2022 sebesar Rp1.638.913.817.652,79 meningkat sebesar

165,26% dibandingkan dengan kewajiban Tahun 2021 sebesar Rp991.722.430.682,60. Dari nilai tersebut sebesar Rp11.175.237.211,00

merupakan utang beban obat pada RSU Haji.

“Hasil pemeriksaan terhadap dokumen pendukung penyajian utang beban obat, konfirmasi kepada pihak penyedia, dan permintaan keterangan pada bendahara pengeluaran diketahui terdapat perbedaan pengakuan nilai utang antara

Baca Juga :  Pangdam XXI/Radin Inten Lepas 2.500 Offroader Trail Adventure Piala Panglima TNI di Way Berulu

RSU Haji dengan pihak penyedia, dengan uraian sebagai berikut,” tulisnya.

“Saldo utang yang disajikan RS Haji berdasarkan hasil konfirmasi utang kepada penyedia per tanggal 6, 12, dan 14 Desember 2022, sedangkan hasil konfirmasi tim pemeriksa kepada penyedia merupakan data utang per 31 Desember 2022, sehingga terdapat perbedaan pengakuan sebesar Rp384.302.403,83,” terangnya.

Namun sangat disayangkan hingga berita ini terbit pihak RSU Haji Medan belum memberikan klarifikasi atau keterang resmi untuk di publis.

Sampai saat ini media ini masih menunggu klarifikasi dari pihak-pihak yang berkompeten menjawab konfirmasi tersebut. (Red/tim)

 

 

 

Artikel Terkait

Back to top button
Don`t copy text!