Global

Catatan Diujung Tahun 2023 dan Awal Tahun 2024

Catatan Diujung Tahun 2023 dan Awal Tahun 2024
Catatan Diujung Tahun 2023 dan Awal Tahun 2024

Sumatera Utara // tujuhsatu.com

31 Desember Tahun 2023 Masehi mau lewat yang jatuh pada hari Minggu, tahun 1446 Hijriyah belum juga datang.

Rasanya aku terhimpit diantara dua tahun yang saling berkejaran menggenapkan usia yang renta.

Sambil menikmati kopi pahit dan talas rebus, syukur dipanjatkan setinggi langit biru yang menyaksikan keterpanaan sebagai penakar bimbang.

Petuah ustad di kampung yang ugahari, sungguh tak nikmat bertamasya sendiri. Maka itu kami sekeluarga memboyong tikar pelastik sebagai pengganti tikar pandan, menuju kebun menunggu tahun 2023 lewat.

Tak ada lambaian tangan menandai kangen. Jadi mengheningkan kami mematut diri. Sebab terlalu banyak pekerjaan yang belum rampung.

Atas dasar itulah do’a panjang umur dikirim ke langit. Supaya Tuhan meyakini betapa banyak kelalaian yang perlu ditebus.

Baca Juga :  _GROUNDBREAKING_ GEDUNG OLAHRAGA JASA TIRTA II, FASILITAS LENGKAP TINGKATKAN KESEHATAN KARYAWAN

Tak lagi ada tradisi membakar ikan seperti dipenghujung tahun sebelumnya. Sebab harga beras dan gula telah membuat masalah dan ulah sendiri.

Tak hanya rekening listrik yang mengancam padam, rekening air pun seperti tak perduli pada musim penghujan yang merendam halaman rumah.

Poster dan baliho serta spanduk di musim kampanye dan pemilu di tahun 2024, seperti tak hirau dengan apa yang sesungguhnya sedang menghimpit rakyat. Meski segenap do’a telah dikirimkan, toh balasannya belum datang juga.

Realitas kesabaran masih perlu panjang diulur sampai ke ujung kampung. Meski tak pernah jelas dimana batasnya. Seperti janji para kandidat yang manis di musim kampanye, meski realisasinya urusan belakang.

Baca Juga :  Ulang Tahun Ke 5, GODAMS Tegas Lurus Siap Dukung Pemilu Damai 2024*

Lalu perempuan kecil cantikku membuka acara dengan basa-basi ala-kadarnya dengan  mendeklarasikan puisi  lama : TENTANG JANJI DAN HARAPAN BESAR/ MENGGANTUNG WANITA ITU/ SAMPAI KAYU LAYU TERKULAI/ TAK KUNJUNG BERBUAH.

Lalu kami sekeluarga pun bertepuk sorak, riuh dalam kegembiraan untuk sekedar melupakan kesulitan dan kepenatan rutin yang selalu menghimpit setiap hari.

Kemenakan lelakiku pun menimpali acara seremoni ini dengan melantunkan do’a untuk melepas lengser keprabon tahun 2023 agar bisa untuk terus hernti  tahun 2024 yang lebih mencerahkan. Yang pasti acara seru dan semarak menyergap kesiapan diri memasuki tahun 2024 yang semakin penuh tantang. Begitulah kami sekeluarga berpesta pora, sambil melahap singkong bakar dengan sambel yang khas tersendiri, dan lauk pepes belut yang dibawa dari rumah.

Baca Juga :  Sukseskan Pemilu Serentak Dan PON 2024, Pemprov Sumut Siapkan Berbagai Langkah Ini

Ternyata, sungguh dalam suasana dan suhu politik yang pengab di Jakarta, bisa sejenak bersuka ria dengan penuh rasa yang menyenangkan. Dan ternyata, yang penting rupanya, bagaimana menikmati apa saja yang ada. Dan catatan liar dipenghujung tahun 2023 ini, sehingga bisa juga dipahami sebagai cermin nyata dari kekacauan pikiran dalam melihat realitas yang terjadi dalam peri kehidupan kita sehari-hari. Persis seperti kesemrawutan baliho dan spanduk kampanye yang terpasang di segenap sudut kampung menjelang Pemilu 2024. Semua terkesan bersaing ketat dalam kegaduhan di dalam masyarakat.(RI-1/Joe)

*SEGENAP TIM REDAKSI YANG BEKERJA MENGUCAPKAN SELAMAT TAHUN BARU 2024*.

Berita Terkait

Back to top button
Don`t copy text!