GlobalKhazanah

KYAI ABDUL HAMID KETIKA MAULID NABI SAW

Klik Untuk Mendengarkan Berita

TUJUHSATU.COM – Pada suatu hari, Kiai Hamid Pasuruan mengadakan peringatan Maulid Nabi di kediamannya, di dekat Masjid Jami’ Kota Pasuruan. Tentu saja, dengan mengundang para masayikh dan sesepuh NU dan pengasuh pesantren.

Di antaranya adalah Kiai As’ad Syamsul Arifin Situbondo dari Pesantren Salafiyah Syafiiyah, Sukorejo Situbondo.

Kebetulan Kiai As’ad duduk di sebelah kanan Kiai Hamid. Sedangkan sebelah kiri adalah Kiai Achmad Shiddiq Jember.

Baca Juga :  _GROUNDBREAKING_ GEDUNG OLAHRAGA JASA TIRTA II, FASILITAS LENGKAP TINGKATKAN KESEHATAN KARYAWAN

Tibalah saatnya berdiri mahallul qiyam. Semua yang hadir pada berdiri. Hanya Kiai Hamid yang tidak berdiri. Semua tamu yang jumlahnya ribuan terheran-heran dengan sikap Kiai Hamid. Setelah selesai acara, semua pada pulang, tinggallah dua kiai sepuh dan para masayikh.

“Bagaimana njenengan niki, Kiai (Bagaimana Anda ini kiai), baca Shalawat kok nggak mau berdiri?” Kiai As’ad menegur Kiai Hamid.

Baca Juga :  PANDUAN PUASA MUHARRAM: TATA CARA, HUKUM, DAN KEUTAMAANNYA

Kiai Hamid menangis tersedu-sedu sambil menjawab:

“Saya tidak punya daya untuk berdiri sebab Kanjeng Nabi berdiri tepat di depan saya. Saya merasa kehabisan akhlak. Jangankan ilmu, ibadah dan mujahadah saya, dari pakaian pun saya malu bertemu Kanjeng Nabi.”

Demikian pernah dikisahkan Kiai As’ad Syamsul Arifin dalam suatu majelis beliau kepada para santrinya.

Baca Juga :  ‎Dewan penasehat Kb.Fkppi Rayon X.20-12 Kec.Babakancikao - Purwakarta melaksanakan Kegiatan Berbagi Takjil dan Buka Puasa Bersama di Bulan Suci Ramadan.

Allahuma berkat Kanjeng Nabi berkat Sholawat, berkat shohibul haul Simbah Wali KH.Abdul Hamid Pasuruan, berkahi umur kami berkahi Rizki kami berkahi Keturunan kami.

Semoga Allah ﷻ merahmati kita, mengampuni kita, menutupi ‘aib kita serta mengabulkan semua do’a dan hajat kita segera. Aamiin.

 

 

Artikel Terkait

Back to top button
Don`t copy text!