DaerahHukum & KriminalNasionalPeristiwa

TKN Kompas Nusantara: Lawan Ketidakadilan, Kawal Suara Rakyat

Klik Untuk Mendengarkan Berita

Medan, Tujuhsatu.com ; Ketika banyak pihak memilih bungkam di tengah maraknya ketimpangan hukum, LSM Tim Kenziro Kompas Nusantara (TKN) tampil sebagai benteng perlawanan rakyat kecil. Organisasi ini menegaskan dirinya hadir bukan untuk pencitraan, tapi sebagai kekuatan nyata yang melawan penindasan dan membela keadilan.

Hal itu disampaikan langsung oleh Fery Candra, Wakil Sekretaris Bidang Pengembangan DPP TKN, saat konferensi pers di Jalan Prof. H.M. Yamin, S.H., Kota Medan, Sabtu (5/7/2025), didampingi oleh Adi Warman Lubis, Pendiri dan Ketua Umum TKN.

Baca Juga :  Korban Penganiayaan Di SPBU 24.375.82 Desak Polres Tebo Segera Tangkap Pelakunya

> “Kami tidak hadir untuk menjadi pemanis demokrasi. Kami berdiri karena rakyat butuh pembela. Mereka yang suaranya dibungkam, haknya diinjak, dan hidupnya dipermainkan sistem — itulah yang kami bela,” tegas Fery dengan nada keras dan penuh keyakinan.

Sebagai bagian dari Koalisi Masyarakat Pemantau Aparatur dan Sipil, TKN membuka akses luas bagi masyarakat yang ingin menyampaikan aspirasi atau melaporkan tindakan sewenang-wenang, baik dari aparat, institusi, maupun individu yang menyalahgunakan kekuasaan.

Fery juga menegaskan bahwa TKN tidak akan tunduk pada tekanan apapun. Sebaliknya, pihaknya siap berada di barisan paling depan untuk menghadapi intimidasi dan ancaman dari siapapun yang mencoba membungkam suara rakyat.

Baca Juga :  Bantahan Kades Bandar Klippa terkait Surat Keterangan yang menimbulkan kisruh pembangunan TPS 3R di Pasar 12 Jalan Pendidikan Desa Bandar Klippa.

> “Kami tidak bisa dibeli, tidak bisa ditakuti. Negara ini bukan milik penguasa, tapi milik rakyat. Dan rakyat harus kita lindungi — bukan ditindas atas nama hukum yang dimanipulasi,” ujarnya lantang.

TKN Kompas Nusantara juga secara aktif membuka posko-posko pengaduan dan memberikan edukasi hukum secara langsung kepada masyarakat, terutama kepada mereka yang selama ini buta hukum atau termarginalkan.

Baca Juga :  Bos Pengusaha Lontong Tidak Bertanggung jawab Kepada kedua korban yang mengalami cacat tubuh Akibat luka bakar.

Gerakan ini, menurut Fery, bukan sekadar aksi sosial biasa, melainkan gerakan moral untuk mengembalikan wajah keadilan yang sesungguhnya — adil untuk semua, bukan hanya untuk yang punya kuasa dan uang.

> “Kami mengajak semua elemen bangsa, khususnya kaum muda, untuk bangkit. Jangan diam. Karena diam adalah bentuk persetujuan terhadap penindasan,” pungkasnya.

Dengan semangat juang, keberanian, dan ketulusan, TKN Kompas Nusantara akan terus berjalan di garis depan perjuangan rakyat — bukan demi popularitas, tetapi demi kemanusiaan dan keadilan yang sebenar-benarnya. (Ahmad)

Artikel Terkait

Back to top button
Don`t copy text!