DaerahHankamNasionalPeristiwa

Peserta Magang Kemenaker Di Rutan Kelas I Medan Produksi Pupuk Organik Cair Dari Limbah Dapur Sehat

Klik Untuk Mendengarkan Berita

Medan, Tujuhsatu.com : Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Medan terus menunjukkan kontribusi nyata dalam mendukung program ketahanan pangan sekaligus pelestarian lingkungan. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) yang memanfaatkan sisa sayur dan buah dari Dapur Sehat Rutan Kelas I Medan.

Kegiatan ini merupakan bentuk inovasi pengelolaan limbah organik yang sebelumnya tidak termanfaatkan, sekaligus menjadi sarana edukasi dan pembelajaran bagi peserta magang. Sisa-sisa sayuran dan buah-buahan dari aktivitas dapur diolah melalui proses fermentasi menggunakan metode sederhana, efisien, dan ramah lingkungan.

Baca Juga :  Pemantau Keuangan Negara PKN dan Masyarakat Melakukan Aksi Damai Menuntut Hak Plasma Masyarakat

Proses pembuatan POC dilakukan dengan memanfaatkan bahan organik alami tanpa bahan kimia berbahaya, sehingga aman bagi lingkungan dan tanaman.

Melalui kegiatan ini, peserta magang tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang pengolahan limbah, tetapi juga memahami pentingnya prinsip keberlanjutan dan ekonomi sirkular dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Jamin Ketersedian Energi Selama Ramadan dan Idulfitri Hiswana Migas Sumut Koordinasi Dengan PT Pertamina Patra Niaga Sumbagut

Pupuk Organik Cair yang dihasilkan selanjutnya diaplikasikan pada berbagai tanaman yang dibudidayakan di lingkungan Rutan Kelas I Medan, seperti tanaman hidroponik dan selada. Penggunaan POC ini diharapkan mampu meningkatkan kesuburan media tanam, mempercepat pertumbuhan tanaman, serta menghasilkan produk pertanian yang lebih sehat dan berkualitas.

Baca Juga :  2 kali mangkir panggilan penyidik, Erika siringoringo dkk ditetapkan sebagai tersangka

Melalui program ini, Rutan Kelas I Medan tidak hanya berperan sebagai institusi pemasyarakatan, tetapi juga sebagai agen perubahan yang mendorong kesadaran akan pentingnya pengelolaan lingkungan dan kemandirian pangan. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pembinaan, edukasi, dan dukungan terhadap program pembangunan berkelanjutan. (Ahmad)

Artikel Terkait

Back to top button
Don`t copy text!