
MEDAN, Tujuhsatu.com — Komunitas Indonesia Semua Suku (KISS) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat, khususnya para lanjut usia (lansia), melalui kegiatan berbagi makanan bergizi yang dilaksanakan pada Minggu, 18 Oktober 2026.
Kegiatan sosial tersebut berlangsung di Kantor Sekretariat KISS, Jalan Gandhi No. 184, Simpang Jalan Suasa, Medan. Aksi ini menjadi salah satu bentuk kepedulian KISS dalam membantu memenuhi kebutuhan gizi para lansia sekaligus menumbuhkan semangat kebersamaan dan persaudaraan di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan ini, KISS ingin menegaskan bahwa perhatian terhadap para lansia tidak boleh diabaikan. Selain membutuhkan asupan makanan bergizi, para lansia juga memerlukan perhatian, kasih sayang, serta dukungan dari lingkungan sekitar agar dapat menjalani kehidupan dengan lebih baik.
Ketua Umum (Ketum) KISS, Akiong, menyampaikan bahwa kegiatan berbagi tersebut bukan sekadar memberikan makanan, melainkan juga merupakan wujud kepedulian dan rasa kemanusiaan terhadap sesama.
“Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar membagikan makanan, tetapi juga menjadi bentuk kepedulian dan rasa kemanusiaan kepada para orang tua kita. Mereka layak mendapatkan perhatian, kasih sayang, dan penghormatan. Kami ingin kehadiran KISS benar-benar membawa manfaat serta kebahagiaan bagi masyarakat, khususnya para lansia,” ujar Akiong.
Menurut Akiong, kepedulian sosial harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Hal-hal sederhana, seperti berbagi makanan, memberikan perhatian, dan meluangkan waktu untuk membantu sesama, memiliki arti penting dalam membangun kehidupan sosial yang lebih harmonis.
Ia menegaskan bahwa KISS akan terus mendorong semangat kebersamaan dan gotong royong tanpa membedakan suku, agama, maupun latar belakang sosial.
“Nama Komunitas Indonesia Semua Suku memiliki makna bahwa kita semua adalah saudara.
Jangan sampai perbedaan membuat kita berjauhan. Justru melalui kebersamaan, kepedulian, dan semangat gotong royong, kita bisa saling membantu dan memberikan manfaat bagi orang lain,” ungkapnya.
Akiong juga mengajak masyarakat, organisasi kemasyarakatan, komunitas sosial, serta berbagai pihak lainnya untuk bersama-sama meningkatkan kepedulian terhadap kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian, termasuk para lansia.
Menurutnya, kepedulian terhadap sesama tidak harus menunggu seseorang memiliki banyak harta atau kemampuan besar. Setiap orang dapat berkontribusi sesuai dengan kemampuannya, asalkan dilandasi niat tulus dan keinginan untuk membantu.
“Harapan kami, semangat berbagi ini tidak hanya dilakukan pada waktu tertentu, tetapi menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Kita tidak perlu menunggu kaya untuk membantu orang lain. Selama ada niat tulus dan kemauan untuk peduli, kita semua bisa memberikan sesuatu yang bermanfaat,” tambah Akiong.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan sosial seperti ini dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Dengan demikian, keberadaan KISS tidak hanya menjadi wadah untuk mempererat persaudaraan dalam keberagaman, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan sosial yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kegiatan berbagi makanan bergizi bagi lansia di Sekretariat KISS tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan tanggung jawab bersama. Perhatian kepada para lansia perlu terus ditumbuhkan sebagai bentuk penghormatan kepada orang-orang yang telah melalui perjalanan panjang dalam kehidupan.
Melalui aksi sosial ini, KISS kembali menegaskan semangat persatuan dan kemanusiaan yang menjadi bagian penting dari nilai-nilai kebersamaan di Indonesia.
Bagi KISS, berbagi bukan hanya tentang memberikan sesuatu, tetapi juga tentang menghadirkan kepedulian, menumbuhkan kasih sayang, dan memperkuat persaudaraan tanpa memandang perbedaan. Sebab, kepedulian yang dilakukan secara tulus akan selalu memiliki arti bagi mereka yang menerimanya, jelas Akiong mengakhiri bincang-bincangnya kepada jurnalis.
(Tim)



