
PURWAKARTA,Tujuhsatu.com.- Pemimpin perusahaan Laundry PT Jalin Mitra Nusantara, Marwan M Hermawan diduga tidak mau didatangi wartawan terkait beberapa masalah di perusahaannya.
Diantaranya terkait gaji pegawai dibawah UMK Kabupaten Purwakarta, karyawan tanpa BPJS Ketenagakerjaan, dan pengolahan Ipal limbah yang diduga bermasalah.
Pada saat LSM GMBI Jatiluhur audiens ke perusahan tersebut, Marwan M Hermawan pemilik pengelolaan Laundry merasa ketakutan adanya wartawan dan tidak mau wartawan ikut masuk.
Alasan pemilik perusahaan karena ketakutan obrolan direkam oleh wartawan pada saat sedang membicarakan persoalan terkait dugaan pemotongan gaji atau tidak didaftarkannya BPJS Ketenagakerjaan.
“Ada apa? dan kenapa pemilik ketakutan adanya wartawan yang datang, jangan-jangan ada apa-apa, atau bisa saja ada kejagalan lainnya,”kata Irfan Abdul Hakim, salah satu awak media yang ikut kelapangan.
Menurut, Irfan Abdul Hakim pun menduga mencurigai PT Jalin Mitra Nusantara, di Laundry tersebut ada yang tak beres.
Menurutnya, karena kalau memang perusahaan tidak ada apa-apanya, atau tidak ada kesalahan yang lainnya akan memperkenankan awak media di perbolehkan masuk untuk mendengarkan hasil auden antara kedua belah pihak.
“Ini malah alergi dengan adanya wartawan, bahkan dia bilang tidak akan ketemu pimpinan perusahan, tetapi akan diwakili kalau ada wartawan,”ucapnya.
Sementara itu, karena LSM GMBI ingin bertemu langsung dengan pimpinan perusahan, akhirnya mereka untuk mengikuti arahan petugas yang perusahan tersebut.



