
Potongan Rp80 Juta Menguap untuk tim teknis dan Gambar, Revitalisasi TK Plus Darul Aulia Purwamekar Disorot Warga
PURWAKARTA,Tujuhsatu.com — Proyek pembangunan dan revitalisasi TK Plus Darul Aulia yang berlokasi di kawasan Taman Pahlawan, Kelurahan Purwamekar, mendadak jadi sorotan publik. Proyek bantuan pemerintah tersebut disinyalir menyimpan sederet kejanggalan, mulai dari penyusutan anggaran fisik yang fantastis hingga dugaan intervensi oknum Dinas Pendidikan (Disdik).
Titik krusial yang paling menyedot perhatian adalah tingginya alokasi dana perencanaan di awal kegiatan. Ketua Yayasan TK Plus Darul Aulia, H. Teten, mengungkapkan bahwa dari total pagu anggaran sebesar Rp281.326.000, dana sebesar Rp80 juta telah terserap habis untuk kebutuhan tim teknis dan desainer gambar kegiatan revitalisasi.
“Dari anggaran Rp281.326.000, sekitar Rp80 juta memang habis untuk tim teknis dan desainer gambar kegiatan revitalisasi,” beber H. Teten. Pengeluaran yang menyedot hampir 30 persen dari total nilai bantuan tersebut dinilai tidak wajar oleh warga setempat.
Aroma kejanggalan makin menyengat saat mengungkap prosedur penunjukan personel teknis. Kepala Sekolah TK Plus Darul Aulia, Suryati, membeberkan secara terbuka bahwa pihak sekolah tidak secara mandiri memilih tim perencana tersebut. Penunjukan tim teknis dan arsitek proyek justru diarahkan langsung oleh seorang staf Dinas Pendidikan bernama Pak Pupung.
“Untuk tim teknis dan arsiteknya itu memang diarahkan langsung oleh orang dinas yang bernama Pak Pupung,” tegas Suryati.
Pengakuan ini memicu dugaan adanya pengambilalihan kewenangan. Secara alur birokrasi, penunjukan tim teknis seharusnya berjalan formal dan transparan melalui koordinasi Kepala Bidang Prasarana, bukan ditentukan oleh oknum staf dinas secara langsung.
Di sisi lain, pihak pengelola berdalih bahwa keterlibatan staf Disdik serta besarnya alokasi biaya perencanaan dipicu oleh keterdesakan waktu kementerian. Pihak sekolah mengeklaim hanya diberi batas waktu 1–2 hari pasca-koordinasi via Zoom untuk menyetorkan seluruh dokumen RAB hingga tim teknis berlisensi agar bantuan tidak dibatalkan pusat.
Tak berhenti di situ, pengerjaan fisik di lapangan pun sempat memicu protes warga Taman Pahlawan terkait transparansi penyerapan tenaga kerja lokal. Kombinasi potongan anggaran desainer gambar yang membengkak serta dugaan ‘main mata’ penunjukan tim teknis kini mendesak instansi pengawas untuk segera turun tangan mengusut tuntas aliran dana pendidikan tersebut.
( zem )



