DaerahNasionalUncategorized

Perkuat Sinergi Pusat-Daerah, Ketua DPRD Lampung Hadiri Kunker Reses Komisi VII DPR RI

Klik Untuk Mendengarkan Berita

 

Lampung,Tujuhsatu.com,

Ketua DPRD Provinsi Lampung, Ahmad Giri Akbar, menghadiri Rapat Kunjungan Kerja Reses Komisi VII DPR RI pada Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 yang diselenggarakan di Kantor Gubernur Lampung. Kehadiran tersebut merepresentasikan komitmen kelembagaan legislatif daerah dalam mengawal aspirasi publik sekaligus memperkuat koordinasi lintas pemerintahan guna mendorong akselerasi pembangunan di Provinsi Lampung.

Baca Juga :  Mau Diperkosa Teman Prianya, Wanita 17 Tahun di Bandar Lampung Loncat Dari Lantai 2 Rumah Kontrakan

Kegiatan ini dipimpin oleh Rahmat Mirzani Djausal dan dihadiri oleh Ketua Tim Kunjungan Kerja Reses, Saleh Partaonan Daulay, bersama jajaran pimpinan tim lainnya, termasuk Evita Nursanty, Rahayu Saraswati D. Djojohadikusumo, dan Chusnunia Chalim. Forum ini juga dihadiri oleh Wakil Gubernur Lampung, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta perwakilan kementerian dan lembaga strategis nasional yang memiliki keterkaitan langsung dengan sektor pembangunan daerah.

Baca Juga :  generasi cerdas Indonesia mengadakan kegiatan outing class di bandara sultan Hasanuddin Makassar

Secara substantif, kunjungan kerja reses tersebut merupakan instrumen pelaksanaan fungsi pengawasan dan penyerapan aspirasi oleh DPR RI, sekaligus sebagai sarana penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya dalam sektor perindustrian, pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif. Dalam konteks ini, pemerintah daerah memaparkan sejumlah program prioritas dan usulan strategis, seperti pengembangan kawasan industri, peningkatan daya saing destinasi pariwisata, pemberdayaan pelaku UMKM, serta penguatan ekosistem ekonomi kreatif yang terintegrasi.

Baca Juga :  Usai Dilantik Jadi Gubernur Sumut, Bobby Nasution Pastikan Akan Selaraskan Program dengan Pemerintah Pusat

Forum tersebut juga menjadi ruang diskursus bagi berbagai isu strategis yang dihadapi daerah, meliputi tantangan sektor industri, optimalisasi investasi, pengembangan destinasi wisata unggulan, perluasan akses pembiayaan UMKM, serta peningkatan daya saing produk lokal di pasar nasional dan global. Pembahasan ini.(***)(Fino).

Artikel Terkait

Back to top button
Don`t copy text!