DaerahHukum & KriminalNasionalPeristiwa

Warga Tanjung Selamat Geram! Warnet Diduga Jadi Sarang Transaksi Chip Higgs Domino, Polisi Diminta Jangan Tutup Mata

Klik Untuk Mendengarkan Berita

MEDAN,Tujuhsatu.com : Keresahan warga Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, memuncak. Sebuah warnet di kawasan Pajak Melati, dekat Budi Gadai, diduga kuat menjadi tempat transaksi jual beli chip permainan Higgs Domino yang berbau perjudian daring.

Hasil penelusuran tim media pada Minggu (19/04/2026) mengungkap, aktivitas tersebut berlangsung terang-terangan dan seolah tanpa pengawasan. Kondisi ini memicu kemarahan warga yang menilai praktik tersebut telah merusak lingkungan dan masa depan generasi muda.
“Ini bukan lagi sekadar dugaan. Aktivitasnya sudah sangat meresahkan. Anak-anak kami jadi korban, uang habis, sekolah terbengkalai, moral rusak,” tegas seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Baca Juga :  Peduli Terhadap Sesama, SMAN 1 Tanjab Timur Serahkan Bantuan Korban Kebakaran Desa Sungai Itik

Warga menilai keberadaan praktik ini adalah bentuk pembiaran yang tidak bisa ditoleransi. Selain melanggar hukum, aktivitas tersebut juga menciptakan lingkungan sosial yang tidak sehat dan berpotensi memicu masalah kriminal lainnya.

Desakan pun mengarah kepada aparat penegak hukum, khususnya Polsek Medan Tuntungan. Warga meminta tindakan nyata, bukan sekadar wacana. Penggerebekan dan penindakan tegas terhadap pengelola serta pihak yang terlibat dinilai sudah mendesak untuk dilakukan.
Secara hukum, praktik ini jelas melanggar.

Baca Juga :  Gelitik JARI : Hubungan Tanpa Nilai, Identitas dan Makna

KUHP Pasal 303 mengancam pelaku perjudian dengan pidana hingga 10 tahun penjara. Sementara UU ITE menegaskan larangan keras terhadap distribusi dan akses konten perjudian dengan ancaman hukuman berat.
Pengamat hukum, Hardep, S.H., menegaskan bahwa jual beli chip yang digunakan sebagai alat taruhan merupakan bentuk perjudian terselubung. “Siapa pun yang memfasilitasi, termasuk pemilik tempat, dapat dijerat pidana,” ujarnya.

Baca Juga :  Sambut HUT Bhayangkara, Polsek Pangkalan Brandan Gelar Bakti Religi

Warga memperingatkan, jika tidak segera ditindak, kepercayaan terhadap aparat bisa runtuh. Mereka menuntut langkah cepat, tegas, dan tanpa kompromi untuk menutup praktik ilegal tersebut.
“Jangan tunggu rusak lebih parah. Kami butuh tindakan, bukan pembiaran,” tutup warga.
Penegakan hukum kini menjadi taruhan—apakah negara hadir melindungi masyarakat, atau justru membiarkan praktik ilegal terus tumbuh di tengah lingkungan warga. (Tim)

Artikel Terkait

Back to top button
Don`t copy text!