DaerahNasionalPeristiwaTNI - POLRI

Tak Sekadar Bansos, TKN Kompas Nusantara Bersama Mitra Perkuat Persaudaraan dari Medan hingga Banda Aceh

Klik Untuk Mendengarkan Berita

BANDA ACEH, Tujuhsatu.com ; Kepedulian sosial kembali diwujudkan melalui aksi nyata. TKN Kompas Nusantara bersama Yayasan Lansia Merdeka Indonesia (YLMI), Salur Kasih Indonesia (SKI), Komunitas Indonesia Semua Suku (KISS) serta jajaran Pomdam Iskandar Muda menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat di Banda Aceh, Senin (24/8/2026).

Kegiatan yang digelar dalam momentum memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun persaudaraan dan memperkuat semangat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

Rombongan yang datang dari Kota Medan memberikan bantuan kepada masyarakat, termasuk para pengemudi ojek online (ojol), serta Pondok Pesantren Abu Lueng Ie Al Aziziyah, Banda Aceh.

Kedatangan rombongan disambut hangat masyarakat dan jajaran Pomdam Iskandar Muda.

Ketua Umum DPP TKN Kompas Nusantara, Adi Warman Lubis, mengatakan kegiatan tersebut terlaksana berkat kolaborasi dan kepedulian berbagai pihak, khususnya para donatur yang telah memberikan dukungan.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Dr. Hartono Tjandra selaku Ketua YLMI, Herman Wu selaku Ketua SKI, Sekjen SKI Ibu Elly, Akiong, Alex Kiang, Budi Tan, Ibu Mindi serta seluruh pihak yang turut mendukung kegiatan tersebut.

“Berbuat baik itu harus dan menjadi orang baik itu penting. Apa yang kita lakukan hari ini mudah-mudahan menjadi manfaat bagi masyarakat. Karena itu, mari kita terus berbagi dan peduli kepada sesama yang membutuhkan,” ujar Adi.

Menurut Adi, bantuan sosial tidak semata-mata diukur dari nilai materi yang diberikan. Lebih dari itu, kehadiran di tengah masyarakat merupakan bentuk kepedulian dan upaya membangun hubungan yang lebih erat antarsesama.

“Bantuan yang diberikan memang penting, tetapi ada hal yang jauh lebih besar, yaitu bagaimana kita hadir di tengah masyarakat. Walaupun kami datang dari Medan menuju Banda Aceh, niatnya tetap satu, yakni berbagi, bersilaturahmi dan membangun persaudaraan,” katanya.

Baca Juga :  Perangi Hoax, IMO-Indonesia Dukung Dewan Pers Sukseskan Pilkada Serentak 2024

Adi menegaskan bahwa jarak dan perbedaan latar belakang tidak boleh menjadi penghalang untuk melakukan kebaikan.

“Kita datang bukan untuk melihat perbedaan, tetapi untuk melihat persamaan bahwa kita semua adalah bagian dari keluarga besar Indonesia. Ketika ada masyarakat yang membutuhkan, sudah sepatutnya kita bergandengan tangan untuk membantu,” tegasnya.

YLMI dan SKI Dorong Kolaborasi Kemanusiaan

Ketua YLMI, Dr. Hartono Tjandra, menyampaikan bahwa kegiatan sosial harus mampu memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat yang membutuhkan.

Menurut Hartono, kepedulian terhadap sesama tidak mengenal batas wilayah maupun latar belakang.

“Bantuan sosial bukan hanya tentang apa yang kita berikan, tetapi bagaimana kita membangun kepedulian. Masyarakat harus merasakan bahwa mereka tidak sendiri dan masih banyak pihak yang peduli serta mau hadir bersama mereka,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi berbagai organisasi dan komunitas dalam kegiatan kemanusiaan.

“Kalau kita berjalan sendiri-sendiri, kemampuan kita tentu terbatas. Tetapi ketika kita bersatu, saling mendukung dan melengkapi, manfaat yang diberikan kepada masyarakat akan jauh lebih besar,” katanya.

Hal senada disampaikan Ketua SKI, Herman Wu. Ia mengatakan kepedulian sosial harus diwujudkan dalam tindakan nyata, bukan hanya sebatas rasa prihatin.

“Rasa prihatin saja tidak cukup. Yang terpenting adalah bagaimana rasa itu kita ubah menjadi tindakan. Hari ini kita hadir, berbagi dan memberikan bantuan. Mudah-mudahan apa yang kita lakukan dapat sedikit meringankan beban masyarakat,” ujar Herman.

Herman berharap kolaborasi sosial yang telah terbangun dapat terus dilanjutkan dalam berbagai kegiatan kemanusiaan.

KISS: Keberagaman Harus Menjadi Kekuatan

Sementara itu, Ketua Komunitas Indonesia Semua Suku (KISS), Akiong, menilai kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Ia menegaskan bahwa perbedaan suku, agama, budaya dan latar belakang bukan alasan untuk menciptakan jarak antarmasyarakat.

Baca Juga :  Kolaborasi Polisi dan Masyarakat Wujudkan Keamanan Berbasis RW dan Satkamling

“Kita ini Indonesia. Memang berbeda suku, agama, budaya dan latar belakang. Tetapi ketika berbicara tentang kemanusiaan, tidak boleh ada sekat. Kita semua memiliki kewajiban untuk saling membantu,” ujarnya.

Akiong juga mengapresiasi rombongan yang rela menempuh perjalanan dari Medan ke Banda Aceh untuk berbagi dengan masyarakat.

“Jarak bukan penghalang ketika niat kita baik. Persaudaraan tidak mengenal batas wilayah. Kita boleh berbeda tempat tinggal, tetapi tetap satu sebagai anak bangsa,” katanya.

Ia berharap semakin banyak gerakan sosial yang mampu mempertemukan masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Persatuan jangan hanya dibicarakan, tetapi harus dibuktikan melalui tindakan. Salah satunya dengan saling membantu, menghargai dan hadir ketika saudara kita membutuhkan,” ucap Akiong.

Pomdam Iskandar Muda: Jaga Silaturahmi dan Persatuan

Dalam kegiatan tersebut, jajaran Pomdam Iskandar Muda turut memberikan dukungan. Hadir Danpomdam Iskandar Muda Kolonel CPM Imran Ilyas, SH., MH., Wadanpomdam Iskandar Muda Letkol CPM Darwin Nasution, SH., Dandim 0101 Banda Aceh serta Kecik Peniti Denny Candra.

Danpomdam Iskandar Muda Kolonel CPM Imran Ilyas mengatakan kegiatan bakti sosial tersebut memiliki nilai positif dalam memperkuat hubungan antara masyarakat dan aparat.

“Kita harus tetap menjalin silaturahmi yang baik antara masyarakat dan aparat. Kita harus bersinergi, saling mengasihi, menyayangi dan menghargai satu sama lain tanpa membedakan suku, ras, agama maupun warna kulit,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat mengganggu persatuan dan keamanan.

“Kita adalah warga negara Republik Indonesia yang dilindungi UUD 1945. Jangan mudah terprovokasi. Mari kita bersama-sama menjaga hubungan dan keharmonisan di tengah masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, perbedaan merupakan bagian dari kehidupan berbangsa yang justru dapat menjadi kekuatan apabila dikelola dengan baik.

Masyarakat Sambut Positif

Kegiatan sosial tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat dan para pengemudi ojol. Kehadiran rombongan dari Medan dinilai menjadi bentuk nyata kepedulian lintas daerah.

Baca Juga :  Polsek Patumbak Lakukan Penindakan Yang Diduga Lapak Judi Tembak Ikan di Wilkumnya

Salah seorang warga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan bantuan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada rombongan yang jauh-jauh datang dari Kota Medan. Terima kasih juga kepada para donatur yang telah memberikan sebagian rezekinya kepada kami. Semoga semuanya mendapat keberkahan dan selalu dalam lindungan Allah SWT,” ungkapnya.

Pimpinan Pondok Pesantren Abu Lueng Ie Al Aziziyah juga menyampaikan apresiasi atas bantuan dan kepedulian yang diberikan.

Ia mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga persaudaraan, saling menghormati dan menciptakan suasana yang aman serta kondusif.

Kebaikan Tidak Mengenal Jarak

Menutup kegiatan, Adi Warman Lubis menyampaikan terima kasih kepada Danpomdam Iskandar Muda beserta jajaran yang telah mendukung dan memfasilitasi kegiatan tersebut.

Ia juga kembali mengapresiasi seluruh donatur dan mitra yang telah berkontribusi dalam aksi sosial tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu. Semoga kerja sama dan silaturahmi ini dapat terus berlanjut. Mudah-mudahan ke depan kita kembali dapat berkolaborasi dalam kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Adi.

Adi berharap kegiatan tersebut menjadi awal dari kolaborasi yang lebih besar antara organisasi sosial, komunitas, aparat dan masyarakat.

Menurutnya, makna terbesar dari kegiatan sosial bukan hanya terletak pada bantuan yang diberikan, tetapi juga pada tumbuhnya kepedulian dan semangat gotong royong.

Perjalanan dari Medan menuju Banda Aceh akhirnya menjadi lebih dari sekadar perjalanan membawa bantuan. Di balik bantuan yang disalurkan, terdapat pesan kuat bahwa kebaikan tidak mengenal jarak, keberagaman bukan penghalang dan persaudaraan harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

Semangat tersebut diharapkan terus tumbuh di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan, kebersamaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

(Ahmad)

Artikel Terkait

Back to top button
Don`t copy text!