DaerahNasionalPeristiwa

Soal sengketa wilayah Desa Loki dan Desa Luhu kec huamual belum berujung pada penyelesaian

Klik Untuk Mendengarkan Berita

SBB,-//-Tujuhsatu.com-//-Desa Loki dan Desa Luhu belum lama ini mengalami sebua perasoalan batas ulayat, dua desa tersebut berkedudukan di satu dataran yang sama kecamatan huamual.

Hal ini terjadi saat 12 marga dari Desa luhu berapa minggu lalu memasuki gunung Dusun laala untuk memasang papan penolakan sebuah perusahaan yang beroperasi di gunung dusun La ala tambang nikel.

Akibat itu kamis 16 april sekitar jam 9:30 Wit, para pemangku adat Desa Loki berjumlah kurang lebih 14 orang datang ke tempat tersebut ke gunung dusun laala melakukan sermonial, melaksanakan pencabutan adat Desa Luhu di atas Tanah ulayat Desa Loki di Dusun La ala kecamatan Huamual.

Baca Juga :  Forum Islam Bersatu Sumut Lakukan Kajian Umum Zulkifli Rangkuti: LGBT Mengancam Kota Medan

Menurut salah satu Tokoh Pemuda Dusun Laala, persoalan dua desa tersebut menjadi urusan mereka kami tidak mencampuri, yang terpenting keamanan dalam dusun perlu di jaga.

Dusun La ala memiliki bukti situs atau peninggalan sejarah dan sampai saat ini masyarakat laala masih menjaga dan merawat situs sejarah itu, seperti di gunung Dusun La ala ada satu buah mesjid tua yang sampai saat ini masi berdiri kokoh, ada kuburan tua, juga batu besar yang berbentuk meja perundingan serta air bersih terbuat dari pencuran.

Baca Juga :  Wujudkan Pilkada 2024 Yang Damai, Bhabinkamtibmas Sambang Warga Binaannya, Berikan Himbauan Kamtibmas

Bukti ini bisa menjadi alasan bahwa di tempat itu kemungkinan dulu sebuah perkampungan tua yang hilang pernah di huni oleh manusia yang mempertahankan kemerdekaan huamual anti penjajah dan cinta kemerdekaan.

Hubungannya dengan salah satu saksi yang menyampaikan bahwa saat tidur malam hari di lokasi itu kedatangan seorang Bapak Tua Berjenggot panjang memakai tongkat, melarang dan berkata Anau jangan membuat kotor di sekitar itu, disitu memiliki perkampungan besar.

Hal ini bisa memunculkan pertanyaan publik mitos atau fakta?

Selain itu salah satu warga dusun laala juga pernah bermimpi didatangi seorang kakek tua untuk mengambil satu pasang baju kerajaan beserta mahkotanya yang di simpan di suatu tempat, mimpi tersebut menjadi kenyataan, benda itu di ambil sampai saat ini masi tersimpan.

Baca Juga :  PT.MUSIM MAS BERIKAN DANA DUKUNGAN 1M UNTUK IKUT MENSUKSESKAN PON XXI ACEH-SUMUT

Terkait hal ini tokoh pemuda dusun laala Rendy, berkata akan di koordinasikan dengan kepala Dusun arianto saun, di usulkan untuk di adakan kegiatan tahunan bersih bersih di lokasi tersebut sebagai bentuk perhatian dan penghormatan kepada leluhur atau moyang dolo dolo.

Dirinya berharap mesjid dan perkuburan tua yang berada di gunung Dusun La ala dapat di jadikan karamat yang terus di jaga kebersihan nya.tutup.16.04.2026.Pewarta(KM)

Artikel Terkait

Back to top button
Don`t copy text!