DaerahKhazanahNasionalPeristiwa

Pulang dari Tanah Suci, Ketua PPIH Ajak Jemaah Kloter 07 Menjadi Teladan dan Menjaga Kemabruran Haji

Klik Untuk Mendengarkan Berita

Medan, Tujuhsatu.com – Suasana haru dan penuh syukur menyelimuti Aula Madinatul Hujjaj Asrama Haji Medan saat sebanyak 359 jemaah dan petugas haji Kelompok Terbang (Kloter) 07 Debarkasi Medan tiba kembali di Tanah Air usai menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci, Selasa (9/6/2026).

 

Kedatangan para tamu Allah tersebut menjadi momentum penuh kebahagiaan bagi keluarga dan pemerintah daerah yang telah menantikan kepulangan mereka. Setelah mendarat di Bandara Internasional Kualanamu sekitar pukul 10.00 WIB, rombongan melanjutkan perjalanan menuju Asrama Haji Medan dan tiba sekitar pukul 12.15 WIB untuk mengikuti prosesi penyambutan dan penerimaan resmi.

 

Kloter 07 terdiri dari 354 jemaah dan 5 petugas haji yang berasal dari Kabupaten Asahan, Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Labuhanbatu. Kehadiran para jemaah disambut langsung oleh sejumlah pejabat pemerintah, unsur penyelenggara haji, serta keluarga yang telah menunggu dengan penuh kerinduan.

 

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara sekaligus Ketua PPIH Embarkasi/Debarkasi Medan, Dr. H. Zulkifli Sitorus, MA, mengungkapkan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah dalam keadaan selamat dan sehat.

Baca Juga :  Kalah Prapid, Tersangka Penganiayaan Dan Keluarga Serang Oknum Ketua Ormas Lewat Informasi Hoaks dan Narasi Negatif

 

Ia menyampaikan bahwa keberhasilan pelaksanaan ibadah haji tidak hanya diukur dari tuntasnya seluruh rangkaian manasik dan ritual di Tanah Suci, tetapi juga dari kemampuan para jemaah menjaga nilai-nilai spiritual yang telah diperoleh selama menjalankan ibadah haji.

 

“Alhamdulillah, bapak dan ibu telah menyelesaikan salah satu perjalanan ibadah paling agung dalam kehidupan seorang muslim. Hari ini bukanlah akhir dari perjalanan spiritual tersebut, melainkan awal untuk mengimplementasikan nilai-nilai haji dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Zulkifli.

 

 

Menurutnya, kemabruran haji akan tercermin melalui perubahan sikap, perilaku, serta meningkatnya kualitas hubungan seorang hamba dengan Allah SWT dan sesama manusia. Karena itu, para jemaah diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

 

“Haji yang mabrur bukan hanya dikenang melalui gelar yang disandang, tetapi melalui akhlak yang semakin baik, kepedulian sosial yang semakin tinggi, serta kemampuan menghadirkan kesejukan dan persaudaraan di tengah masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Kolaborasi Hijau: UINSU dan Kemenag Sumut Satukan Islam dan Ekologi dalam Dunia Pendidikan

 

Zulkifli juga mengajak seluruh jemaah untuk mempertahankan kebiasaan-kebiasaan baik yang telah terbentuk selama berada di Tanah Suci, seperti memperbanyak zikir, menjaga salat berjamaah, memperkuat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

 

Pada kesempatan tersebut, Ketua PPIH turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Asahan yang terus memberikan perhatian kepada jemaah sejak masa persiapan, keberangkatan, pelaksanaan ibadah di Arab Saudi, hingga kepulangan ke Tanah Air.
Sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi petugas yang telah mendampingi jemaah selama menjalankan ibadah haji, dilakukan penyematan selempang apresiasi kepada Ketua Kloter Abdul Rahman Munir Aritonang dan Dokter Kloter dr. Kamila Agita Sari.

 

 

Penghargaan tersebut menjadi simbol penghormatan atas pengabdian seluruh petugas, ketua rombongan, ketua regu, dan jemaah yang telah bersama-sama menjaga kekompakan serta kelancaran pelaksanaan ibadah haji.

 

 

Selain prosesi penyambutan, Balai Besar Karantina Kesehatan (BBKK) juga memberikan edukasi kesehatan kepada para jemaah. Melalui dr. Muhammad Adam Malik Siregar, jemaah diingatkan untuk tetap menjaga kondisi kesehatan pasca-haji dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat, memperbanyak istirahat, mengonsumsi makanan bergizi, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gangguan kesehatan selama masa pemantauan.

Baca Juga :  Fitnahan Tipu Gelap Terhadap GS ; Berita Tidak Mendasar dan Melanggar Kode Etik

 

 

Berdasarkan data manifest, Kloter 07 membawa 359 orang yang terdiri dari 147 laki-laki dan 212 perempuan. Sementara itu, satu jemaah asal Kabupaten Asahan atas nama Muhammad Yusuf Siregar tercatat mengalami tanazul keluar karena alasan kesehatan sehingga tidak kembali bersama rombongan dalam penerbangan Kloter 07.

 

Dengan selesainya proses penerimaan dan distribusi bagasi, para jemaah selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju daerah masing-masing untuk kembali berkumpul bersama keluarga tercinta.

 

Kepulangan para dhuyufurrahman ini menandai berakhirnya perjalanan panjang yang ditempuh dengan penuh kesabaran, pengorbanan, dan keikhlasan. Namun lebih dari itu, kepulangan mereka membawa harapan besar agar nilai-nilai kesucian, keikhlasan, dan semangat ibadah yang diperoleh di Tanah Suci dapat terus hidup dan memberi manfaat bagi keluarga, lingkungan, serta masyarakat luas. (Ahmad)

Artikel Terkait

Back to top button
Don`t copy text!