
Binjai,Tujuhsatu.com : Pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-57 Tahun 2026 Kota Binjai berlangsung meriah dan penuh khidmat di Masjid Al Fatih, Jalan Soekarno-Hatta, Kelurahan Tunggurono, Kecamatan Binjai Timur, Senin (04/05/2026).
Kegiatan keagamaan tahunan tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan warga yang memadati lokasi acara sejak pagi hari.
Guna menjaga situasi tetap aman dan kondusif, Kapolres Binjai AKBP Mirzal Maulana, S.I.K., S.H., M.M., M.H., mengerahkan sebanyak 311 personel gabungan. Pengamanan dilakukan bersama unsur Satpol PP, Dinas Perhubungan, dan BPBD Kota Binjai untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas maupun gangguan kamtibmas selama kegiatan berlangsung.
Kapolres Binjai tampak turun langsung ke lapangan melakukan pengecekan pengamanan di sejumlah titik.
Selain memantau personel, ia juga ikut mengatur arus kendaraan di sekitar lokasi guna memastikan mobilitas masyarakat tetap lancar selama acara berlangsung.
Setiap personel yang bertugas telah ditempatkan sesuai ploting pengamanan yang telah ditentukan sebelumnya. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh rangkaian pembukaan MTQ dapat berjalan tertib, aman, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang hadir.
Pada pembukaan MTQ ke-57 ini, Pemerintah Kota Binjai turut menghadirkan ulama nasional ternama, Abdul Somad Batubara. Kehadiran penceramah kondang tersebut menjadi daya tarik tersendiri sehingga masyarakat terlihat sangat antusias menghadiri kegiatan tersebut.
Membludaknya jamaah dan warga di kawasan Masjid Al Fatih membuat aparat keamanan meningkatkan pengawasan di area sekitar lokasi acara. Polres Binjai menempatkan personel di jalur masuk, area parkir, hingga titik keramaian guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan dan kemacetan.
Dalam tausiyahnya, Abdul Somad Batubara mengajak masyarakat untuk terus mendekatkan diri kepada Al-Qur’an serta menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap Kota Binjai yang dikenal sebagai daerah religius dengan kehidupan masyarakat yang menjunjung tinggi nilai keagamaan. (Ahmad)



