
MEDAN, Tujuhsatu.com – Pemandangan memilukan terlihat di Pekuburan Umum Alambaru, Lingkungan I, Kelurahan Mangga, Kecamatan Medan Tuntungan, Kota Medan. Akibat hujan yang terus mengguyur dalam sepekan terakhir, ratusan makam terendam banjir hingga nyaris tak terlihat, membuat warga yang memiliki keluarga dimakamkan di lokasi tersebut hanya bisa menahan kesedihan.
Genangan air yang memenuhi kawasan pemakaman kini mencapai ketinggian hingga pinggang orang dewasa. Deretan nisan tampak tenggelam, bahkan sebagian makam nyaris hilang tertutup air. Kondisi itu membuat area pemakaman yang seharusnya menjadi tempat penghormatan terakhir berubah layaknya sebuah danau.
Warga menilai banjir yang merendam pekuburan bukan semata-mata akibat tingginya curah hujan. Mereka menduga pembangunan sejumlah gedung dan kawasan di sekitar lokasi tanpa didukung sistem drainase yang memadai menjadi penyebab utama terganggunya aliran air.
“Dulu pekuburan ini tidak pernah banjir. Setelah banyak pembangunan di sekitar sini, air tidak lagi memiliki jalur pembuangan yang baik sehingga menggenangi makam,” ujar seorang warga, Minggu (14/6).
Kondisi tersebut telah berlangsung selama sekitar satu minggu dan hingga kini belum menunjukkan tanda-tanda akan surut. Warga mengaku sangat terpukul karena tidak dapat lagi berziarah ke makam orang tua maupun anggota keluarga mereka.
Salah seorang warga, MF Sembiring, mengaku sedih melihat makam orang tuanya terendam banjir. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah nyata sebelum kondisi semakin parah.
“Kami tidak bisa lagi berziarah karena seluruh kawasan makam tergenang air. Saya memohon kepada Pemerintah Kota Medan dan lembaga legislatif agar segera membangun drainase di kawasan ini supaya banjir tidak terus berulang,” ujarnya.
Menurut warga, pihak kelurahan memang telah meninjau lokasi untuk melihat langsung kondisi yang terjadi. Namun hingga saat ini belum ada penanganan yang mampu mengatasi genangan air yang terus bertahan di area pemakaman.
Selain mengancam keberadaan makam, warga juga khawatir jika genangan terus meninggi akan meluap ke kawasan permukiman di sekitar pekuburan. Mereka mendesak Pemerintah Kota Medan dan instansi terkait segera turun tangan melakukan normalisasi saluran air serta membangun sistem drainase permanen.
Bagi masyarakat setempat, persoalan ini bukan sekadar banjir. Ini menyangkut penghormatan terhadap tempat peristirahatan terakhir orang-orang yang mereka cintai. Mereka berharap pemerintah tidak menutup mata terhadap kondisi yang dinilai sangat memprihatinkan tersebut.
Jika tidak segera ditangani, warga khawatir genangan yang kini menyerupai danau itu akan terus menggerus area pemakaman dan menghilangkan jejak makam yang selama ini menjadi tempat mereka mengenang keluarga yang telah berpulang. (Ahmad)



