DaerahEkonomiNasional

Pasar Hewan Rantau Rasau: Aset Daerah Mangkrak, Lurah Harap Pemanfaatan Positif

Klik Untuk Mendengarkan Berita

Tanjung Jabung Timur, tujuhsatu.com – Kondisi bangunan pasar hewan di Kelurahan Bandar Jaya Kecamatan Rantau Rasau yang berada tampak dari pinggir jalan As hingga saat ini tidak beroperasi dan makin parah mengalami kerusakan.

Sungguh sangat disayangkan apabila kondisi tersebut terus menerus dibiarkan dan tidak dimanfaatkan dengan baik. Dengan luas lahan sekitar 2 hektare, terlihat bangunan pasar hewan dan jembatan permanen yang dibangun pemerintah daerah sudah puluhan tahun lalu menjadi bangunan tua yang tidak terurus.

Baca Juga :  Suami Pergi Menjalankan Tugas, Keluarga Minta Negara Harus Bertanggung Jawab

Pada malam hari, tentunya bangunan ini akan gelap gulita karena tidak adanya lampu penerangan yang menyinari. Dikhawatirkan hal tersebut juga akan menjadi kesempatan bagi pihak-pihak tertentu untuk melakukan prilaku menyimpang.

Lurah Bandar Jaya, Arie Mulyono, S. Kom, mengatakan, bahwa bangunan tersebut adalah pasar hewan yang sudah dibangun lebih dari sepuluh tahun dan merupakan aset daerah.

Baca Juga :  Festival Krakatau XXXV Ditutup Spektakuler, Budaya Lampung Semakin Gemilang

Terkait alasan bangunan pasar hewan tidak beroperasi, Lurah tidak mengetahui secara detail apa penyebabnya ” Yang jelas tidak tau, “ungkap Lurah saat dikonfirmasi melalui telpon, Senin (25/08).

Lanjut Lurah, pasar hewan tersebut sempat beroperasi beberapa waktu, karena untuk pasar hewan sapi dan kambing kondisinya sepi mungkin karena hal itu akhirnya tidak berjalan lagi.

Baca Juga :  Papan Identitas Proyek Drainase Rp1 Miliar di Deli Serdang Dinilai Belum Lengkap dan Belum Penuhi Standar SOP Transparansi

Harapan Lurah ketika menjabat, dirinya pernah minta diadakan penerangan karena adanya kejadian tidak senonoh dilokasi tersebut. Meskipun setelah kejadian itu tidak pernah terulang lagi, hendaknya bangunan tersebut juga bisa digunakan untuk kegiatan positif kepemudaan atau kegiatan lainnya kendati hingga kini belum terealisasi.

“Kedepannya mudah-mudahan bisa dibuka untuk kegiatan yang bersifat positif baik untuk kegiatan Kelurahan, Kecamatan maupun kegiatan lainnya, “harap Lurah. (Supriono)

Artikel Terkait

Back to top button
Don`t copy text!