DaerahNasionalPeristiwa

Pamit Ambil Uang ke ATM Naik PCX Maron, Gadis 24 Tahun asal Balongbendo Sidoarjo Dilaporkan Hilang

Klik Untuk Mendengarkan Berita

​SIDOARJO – Tujuhsatu.com. – || – Seorang gadis berusia 24 tahun bernama Alfia Maulinda, warga Dusun Jati Sari, RT 03/RW 01, Desa Wates Sari, Kecamatan Balongbendo, Kabupaten Sidoarjo, dilaporkan hilang sejak Sabtu malam, 23 Mei 2026. Pihak keluarga telah resmi melayangkan Laporan Keterangan Orang Hilang ke Polsek Balongbendo dengan nomor laporan: B/1/V/2026/SPKT/Sek Balben/Restasda/Jtm.

​Menurut keterangan resmi kepolisian, Alfia terakhir kali terlihat meninggalkan rumah pada Sabtu (23/05/2026) sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, korban berpamitan kepada orang tuanya untuk mengambil sejumlah uang tunai di Anjungan Tunai Mandiri (ATM) terdekat dengan mengendarai sepeda motor Honda PCX berwarna merah maron bernomor polisi W 5573 NCX.

Baca Juga :  DPD KSPSI Sumut Apresiasi Kinerja Kapolri sepanjang 2024

​Namun, hingga berita ini diturunkan, Alfia tak kunjung kembali ke rumah, dan seluruh akses komunikasi serta nomor telepon selulernya berada dalam kondisi tidak aktif. Upaya pencarian mandiri yang dilakukan oleh pihak keluarga ke sejumlah kerabat maupun rekan kerja korban juga belum membuahkan hasil, sehingga keluarga memutuskan meminta bantuan kepolisian dan publik luas.

Baca Juga :  Rutan Kelas I Medan Gelar Kegiatan Makan Gratis Bagi Masyarakat

​”Malam itu sekitar jam 8 malam, Alfia bilang ke ibu mau ke ATM sebentar karena ada keperluan mendesak yang harus dibayar besoknya. Dia keluar rumah lewat pintu depan biasa, pakaiannya santai, pakai kaos putih motif garis hitam dan celana levis abu-abu. Tidak ada gelagat aneh atau pertengkaran sama sekali di rumah, suasananya sangat normal,” ujar Purnomo, kakak kandung terlapor saat memberikan kesaksian.

​Pihak keluarga mulai merasa cemas saat waktu menunjukkan pukul 22.00 WIB namun Alfia belum juga kembali. Padahal, jarak rumah ke ATM terdekat di jalan raya Balongbendo normalnya tidak sampai 15 menit.

Baca Juga :  AUDIENSI DPD RI KOMITE I TERKAIT USULAN PROVINSI KEPULAUAN NIAS DITERIMA

​”Saat kami coba telepon sekitar jam 10 malam, nadanya sempat masuk tapi tidak diangkat. Lalu setengah jam kemudian, nomor handphone-nya langsung dialihkan dan tidak aktif total sampai sekarang. Kami sekeluarga sangat terpukul dan mengkhawatirkan keselamatan dia di jalan,” tambahnya dengan nada cemas. (*)

Artikel Terkait

Back to top button
Don`t copy text!