DaerahNasionalUncategorized

Mantan Aktivis Kritik Aksi Demonstrasi Tak Beretika di Depan Kantor Walikota

Klik Untuk Mendengarkan Berita

 

Bandar Lampung,Tujuhsatu.com-

Mantan aktivis mahasiswa era reformasi dan juga mantan ketua KNPI Kota Bandar Lampung, M. Irfandi mengungkapkan keprihatinannya terhadap trend demonstrasi yang belakangan ini dinilainya kehilangan arah dan etika. Hal itu di sampaikan Andi dalam aksi damai mensikapi isu negative penanganan banjir.

M. irfandi menyampaikan bahwa demonstrasi merupakan hak demokratis, namun tetap harus dilakukan dengan cara yang bermartabat dan bertanggung jawab.

Baca Juga :  Kadis Kominfo Bandar Lampung Paparkan Program ke Sekjen Kemendagri

“Demonstrasi adalah instrumen penting dalam perjuangan sipil, tapi ketika berubah menjadi aksi anarkis, berkata kasar, merusak fasilitas umum, dan mengganggu ketertiban, maka pesan moralnya justru hilang”, ujar Irfandi, Rabu (30/04/2025).

Ia mencontohkan beberapa aksi baru-baru ini di mana 8 Pendemo berkata kasar dan melakukan kekerasan verbal kepada petugas yang hanya menjaga aset negara.

Baca Juga :  Turut Berbelasungkawa Atas Perginya Ibu Lenawati, Karya Karang Berombak.

Menurutnya, perbedaan pandangan politik dan sosial harus disampaikan secara konstruktif. Ia menegaskan bahwa generasi muda perlu dibekali dengan pemahaman etika berdemonstrasi yang sehat.

“Harusnya tangkap itu dalang yang memprovokasi mereka. Jangan jadikan bencana alam untuk alat politik dalam menjatuhkan walikota. Kami dulu turun ke jalan membawa nilai dan harapan, bukan sekadar amarah dan kepentingan politik”, tambahnya.

Baca Juga :  Korem 043/Gatam Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW Tahun 1446 H/2024 M

Dalam aksi damai yang di lakukan di depan kantor kelurahan pesawahan, sebagai buntuk dukungan masyarakat atas upaya pemerintah kota bandar lampung dalam pencegahan dan penaganan bencana banjir.

“kami bukan aparat kelurahan. Kami adalah rakyat yang dulu terkena banjir, kami tidak dibayar. Kami tidak terima atas ucapan 8 pendemo yang menyebutkan. Pemerintah Kota tidak bekerja”, tutup Irfandi.(***)(HMS).

Artikel Terkait

Back to top button
Don`t copy text!