DaerahNasionalPeristiwa

Ketua DPW A-PPI Sumatra Utara Menyesalkan , penonaktifan AKBP Oloan Siahaan SIK, kapolda harus Netral….!!!

Klik Untuk Mendengarkan Berita

Belawan,Tujuhsatu.com –
Tindakan tegas terukur yang dilakukan oleh Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Oloan Siahaan SIK,MKP, dinilai sudah sesuai dengan prosedur lantaran membela diri ketika diserang di Tol Belmera oleh sekelompok pemuda pelaku tawuran dengan menggunakan senjata tajam (Sajam) pada Minggu malam (4/5) sekira pukul 01.30 WIB.

Peristiwa tersebut sempat mengguncang publik serta mendapat kecaman luas lantaran tindakan tegas terukur menyebabkan salah satu pelaku tawuran Muhammad Syuhada meninggal dunia.

Atas insiden tersebut Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto, mengusulkan menonaktifkan Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Oloan Siahaan SIK,MKP, ke Mabes Polri.

Baca Juga :  GMPC Ajak Elemen Masyarakat Jaga Kamtibmas

Ketua Asosiasi pewarta pers Indonesia A-PPI Hardep, sangat menyesalkan ,Kebijakan Kapolda terhadap bawahannya yang seharusnya netral dalam mengambil sikap, bukan malah menonaktifkan diduga buntut penembakan pelaku tawuran tersebut.

Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Oloan Siahaan SIK,MKP, sempat memberikan tembakan peringatan keatas saat diserang secara brutal oleh sekelompok pelaku tawuran namun tidak direspon sehingga dilakukan penembakan.Kalau itu masih secara terukur dan dalam kerangka hukum, apa itu tidak boleh dilakukan untuk membelah diri,”tanya Ivan, Selasa (6/5/2025).

Ini kok jadi dinonaktifkan Kapolres yang sedang menjalankan tugasnya. Dikawatirkan nantinya akan melemahkan aparat penegak hukum itu sendiri untuk melakukan tindakan tegas bagi para aksi aksi kejahatan, seperti pelaku tawuran dan begal kedepannya.

Baca Juga :  Resmi dilantik Pengurus Baru BAZNAS Kabupaten Ciamis Periode 2026–2031,siap Amanah dan Tanggung Jawab

Hukum tidak boleh lemah, kejahatan yang sudah meresahkan masyarakat harus dilawan dengan tegas,”jelas Hardef menambahkan.

Ketua  DPW ,A-PPI (Hardep) mengatakan, Situasi Kamtibmas Belawan sudah tidak kondusif lagi rawan akan aksi tawuran dan begal, Masyarakat sudah resah dibuatnya.Jadi dibutuhkan pemimpin yang tegas seperti AKBP Oloan Siahaan, sehingga ada efek jera kedepannya jika bagi para pelaku hendak melakukan tawuran.

“Dalam hal ini, tentunya kalangan masyarakat Belawan sangat mendukung tindakan tegas tersebut.Apa lagi persoalan aksi tawuran ini sudah lama diharapkan agar dapat diselesaikan dengan baik.Kita kan sama sama tahu ada bentuk kejahatan yang tidak bisa dihentikan dengan sekedar menegur, terkadang harus dilakukan kekuatan hukum,”ujar Ketua A-PPI Sumatra Utara.

Baca Juga :  Praktisi Hukum : Usut Tuntas Korupsi Anggaran Publik Relation Fiktif Di Bank Sumut

Oleh sebab itu, lanjut Ketua Asosiasi pewarta pers Indonesia DPW ( A-PPI) Sumatra Utara.Tentunya saya sangat berharap kepada Kapolda Sumut Irjen Whisnu Hermawan Februanto, untuk tidak menonaktifkan AKBP Oloan Siahaan sebagai Kapolres Pelabuhan Belawan, karena masyarakat Belawan masih menginginkan beliau memimpin Medan Utara Kota Medan.

“Wilayah belawan dibutuhkan pemimpin yang berani dan tegas memerangi para pelaku aksi tawuran dan Begal agar situasi Kamtibmas di kecamatan medan belawan dapat teratasi dan memberikan kenyamanan bagi masyarakat,”tutupnya.(Ahmad)

Artikel Terkait

Back to top button
Don`t copy text!