DaerahNasionalPeristiwa

KEPALA PASAR KARAMASA GOWA TAK TAHU ALASAN DIPECAT

Klik Untuk Mendengarkan Berita

MAKASSAR,Tujuhsatu.com – Kepala Pasar Rakyat Karamasa, Muhammad Amir, resmi diberhentikan dari jabatannya terhitung mulai tanggal 02 Januari 2026.

Pemberhentian mendadak ini dilakukan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Gowa tanpa adanya penjelasan rinci yang disampaikan secara langsung kepada yang bersangkutan.

Berdasarkan Surat Perintah Penguasaan Nomor: 800.11.1/316/Perdarsei tertanggal 02 Januari 2026, surat pengangkatan Muhammad Amir dinyatakan tidak berlaku lagi. Posisi beliau kemudian langsung digantikan oleh H. Sabiri sebagai Kepala Pasar yang baru. Pemberhentian ini menuai pertanyaan besar karena dilakukan secara tiba-tiba.

Baca Juga :  Asas Dominus Litis Harus Mengedepankan Kehati-hatian dan Keteguhan

Ketika dikonfirmasi oleh awak media, Selasa (21/04/2026), Muhammad Amir mengaku tidak mengetahui secara pasti alasan dirinya dicopot dari jabatan tersebut. “Saya juga tidak tahu kenapa saya diperintahkan untuk berhenti sebagai kepala pasar,” ujar Muhammad Amir singkat.

Dalam dokumen keputusan yang diterbitkan, disebutkan beberapa indikasi yang menjadi dasar pertimbangan. Antara lain, Muhammad Amir dinilai tidak pernah mengikuti rapat yang dilaksanakan oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian maupun oleh Bupati Gowa.

Baca Juga :  Polres Langkat dan Jajaran amankan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan hasil suara tingkat PPK.

Selain itu, adanya keluhan dari para pedagang terkait penagihan retribusi yang diduga tidak menggunakan karcis resmi, serta penataan pedagang yang dianggap tidak maksimal sehingga banyak los atau tempat usaha yang tidak terpakai.

Namun, meskipun alasan tersebut tertuang dalam dokumen, Muhammad Amir mengaku tidak pernah mendapatkan penjelasan langsung terkait pemecatan dirinya. Untuk mencari kejelasan lebih lanjut, sejumlah wartawan berusaha menemui dan mengkonfirmasi hal ini kepada Kabid Bina Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan Gowa, Ma’ruf Alam. Namun upaya tersebut menemui jalan buntu.

Baca Juga :  Danrem 043/Gatam Pimpin Upacara Bulanan, Sampaikan Amanat KASAD

Ma’ruf Alam dikabarkan enggan memberikan jawaban dan sulit ditemui oleh awak media untuk memberikan klarifikasi terkait keputusan tersebut. Sementara itu, para pedagang kaki lima di Pasar Karamasa juga menyayangkan keputusan mendadak ini, mengingat belum adanya sosialisasi yang jelas mengenai pergantian kepemimpinan di pasar tersebut.pungkasnya”,

TIM INVESTIGASI

Artikel Terkait

Back to top button
Don`t copy text!