
PURWAKARTA,Tujuhsatu.Com – Di era digital seperti sekarang ini para pelaku UMKM diharapkan bisa lebih berinovasi misalnya dengan memanfaatkan jejaring pasar online sebagai akses pemasarannya serta menjalin kemitraan dengan Koprasi.
Di kab. Purwakarta itu sendiri sudah berjalan beberapa program pembangunan ekonomi lainnya, yakni Pembangunan infrastruktur, Diversifikasi ekonomi, Peningkatan sumber daya manusia, Promosi investasi dan kewirausahaan.
Melihat data yang tercatat Hingga 2021, ada sedikitnya 5.670 wirausaha baru yang tergabung dalam 15 kelompok UMKM dan masih menggunakan metode pemasaran konvensional dengan basis pasar yang terbatas.
Pada rapat Evaluasi Percepatan Peningkatan Produk Dalam Negeri (P3DN) pada Pengadaan Barang dan Jasa di Lingkungan Kementerian, Lembaga dan Pemda Tahun Anggaran 2022, Selasa 24 Mei 2022 lalu.
Koperasi sebagai badan usaha yang dikelola langsung masyarakat sangat penting untuk terus dikembangkan. Sehinggga Diskominfo dierat kan kaitannya untuk ikut mengembangkan fasilitas digital guna mendukung Koprasi di dalam dunia digital.
Hal itu dikatakan oleh penjabat (Pj) Bupati Benni Irwan meminta dinas yang terkait pengembangan koperasi untuk terus mencari cara agar koperasi terus berkembang sehingga mampu membangkitkan perekonomian rakyat.
Data dari Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan, Perindustrian (DKUPP) Kabupaten Purwakarta menyebutkan, hingga pertengahan tahun 2024, jumlah koperasi di Kabupaten Purwakarta mencapai 596 koperasi. Dari jumlah itu, 566 koperasi merupakan koperasi yang masih aktif beroperasi.
Tak hanya itu sejauh ini Pemkab Purwakarta sudah menerapkan berbagai program usaha dalam meningkatkan keterampilan masyarakat pelaku usaha seperti Pelatihan Anyaman Bambu dimanaPelatihan ini dilaksanakan di Desa Nagrog, Kecamatan Wanayasa pada tanggal 6-7 November 2024. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan SDM pedesaan dan menggali potensi sumber daya alam.
Pelatihan Ecoprint yang dimana Pelatihan ini dilaksanakan di Kecamatan Bungursari pada tanggal 11-12 November 2024 dan di Kecamatan Babakan Cikao pada tanggal 13-14 November 2024. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan potensi SDM pedesaan dengan memanfaatkan sumber daya alam tanaman yang ada di sekitar.
Serta UMKM Naik Kelas Jabar yang dimana Program ini berfokus pada pengembangan SDM UMKM untuk perluasan usaha melalui akses pemasaran, akses pembiayaan, akses perizinan, dan teknologi. Program ini dilaksanakan dari April hingga November 2024.



