DaerahNasionalPendidikanWisata

Donat dan Stik Labu Kuning, Produk Olahan Hasil TdBA SDN Maracang Purwakarta

Purwakarta,Tujuhsatu.com – Festival Tatanen di Bale Atikan (TdBA) Dinas Pendidikan Kabupaten Purwakarta sebentar lagi akan digelar. Ajang puncak hasil Pendidikan karakter dan muatan lokal Pendidikan Purwakarta akan menampilkan banyak olahan yang telah dikurasi.

Sekolah-sekolah di Purwakarta pun terus membuat inovasi menghasilkan produk unggulan dari hasil yang ditanam di sekolah. Salah satunya seperti yang dilakukan oleh peserta didik SDN Maracang Purwakarta.

Sekolah yang terletak di Jalan Industri Maracang membuat Donat dan Stik yang dibuat dari Labu Kuning hasil dari kebun TdBA di sekolahnya. Selain itu mereka juga membuat minuman jahe karena rempah tersebut tumbuh subur di sekolahnya.

Menurut kepala SDN Maracang, Ina Nurlina meskipun lahan sekolahnya terbatas namun TdBAnya tetap berjalan bahkan sering kali panen termasuk jahe dan labu kuning. Sebagai sekolah model 7 poe atikan, semua program berjalan karena terbentuknya koordinator teknis maupun koordinator program termasuk program TdBA.

Baca Juga :  Formapel Sinergi Pemcam Percut Sei Tuan Bersihkan Sampah Liar Medan Estate

Donat dan Stik Labu Kuning
Labu kuning memiliki banyak manfaat seperti menurunkan berat, melancarkan pencernaan, memelihara Kesehatan jantung dan masih banyak lagi. Seporsi labu kuning sekitar 250 gram terkandung 50 kalori, 2 gram protein, 2,5 gram serat, 12 -15 gram karbohidrat dan lain-lain. Labu kuning juga mengandung vitamin B, vitamin K dan folat,. Berkat kandungan nutrisinya yang cukup lengkap, labu baik dikonsumsi oleh siapa pun termasuk oleh anak-anak.

Baca Juga :  Badko HMI Sumut mengecam Gerakan dekonstruksi Pancasila

Terkait olahan labu menjadi stik dan donat bermula dari kegemaran peserta didik yang menurut orang tuanya menyukai donat dan juga stik. Selain itu agar diolah tidak hanya menjadi kolak saja. Setelah mencari informasi ditambah lagi dengan pengalaman beberapa orang tua dalam membuat kue, maka dibuatlah donat dan stik.

“Mereka diajarkan dari tahap awal hingga akhir, dari mulai pengambilan labu saat panen hingga menjadi donat maupun Stik. Tak lupa selama proses pengolahan makanannya, mereka selalu memakai sarung tangan plastik agar makanan tetap higienis” ungkap Ina

Selain itu masih menurut Ina, apa yang mereka tanam lalu mereka olah hasilnya pun untuk para peserta didik juga dan orang tua pun seringkali turut menikmati hasilnya. Rasanya pun sangat gurih karena manisnya berasal dari kandungan gula alami dari labu tersebut.

Baca Juga :  Kadisdik Launching Metode Annadzomi untuk Pembelajaran Kitab Kuning di SDN 1 Nagrikidul

Teh Jahe Merah
Selain membuat olahan dari labu kuning, SDN Maracang juga membuat olahan dari jahe merah yang dicampurkan dengan bahan-bahan lainnya seperti kapulaga, kayu manis, jahe dan teh. Campuran rempah-rempah membuat rasa minuman ini menjadi segar dan cocok diminum saat airnya hangat.

Dengan pembelajaran mengolah makanan dan minuman sehat berbahan baku hasil TdBA, menurut Ina diharapkan peserta didik mendapat pengalaman dan pemahaman bermakna. Anak belajar menjadi kreatif, mengenal pola hidup sehat melalui makanan yg dibuatnya sendiri. (MH/Red)

Berita Terkait

Back to top button
Don`t copy text!