
MEDAN – Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Mitra Sejati, Jalan Karya Jaya, Kota Medan, menuai sorotan setelah seorang pasien mengaku diminta pulang saat hendak menjalani perawatan pada dini hari.
Peristiwa tersebut dialami Dedek Sumarnak, Ketua NARASI PRESISI NKRI sekaligus Pimpinan Redaksi media online Dinding Berita. Ia datang ke rumah sakit sekitar pukul 22.30 WIB karena kondisi kesehatannya kambuh dan membutuhkan penanganan medis.
Menurut pengakuannya, setibanya di rumah sakit dirinya terlebih dahulu diarahkan oleh petugas untuk melakukan pendaftaran sebelum masuk ke ruang IGD. Setelah proses administrasi selesai, pasien kemudian menunggu ketersediaan tempat tidur untuk mendapatkan penanganan lanjutan.
“Awalnya perawat menyampaikan agar bersabar karena tempat tidur pasien belum tersedia. Tidak lama kemudian baru ada bed dan saya diminta naik untuk diperiksa,” ujar Dedek saat menceritakan kejadian yang dialaminya.
Saat pemeriksaan berlangsung, pasien mengeluhkan kadar gula darahnya yang tinggi hingga mencapai angka 350. Selain itu, ia juga mengalami kondisi kaki kebas, panas, kesemutan, serta kuku jempol kaki yang disebut sudah terlepas akibat komplikasi penyakit yang dideritanya.
Pihak laboratorium rumah sakit juga disebut sempat melakukan pemeriksaan kadar gula darah terhadap pasien di ruang IGD. Namun di tengah proses penanganan tersebut, pasien mengaku justru diminta pulang oleh oknum tenaga medis sekitar pukul 00.30 WIB.
Kejadian itu membuat pasien dan pihak keluarga merasa kecewa terhadap pelayanan yang diberikan rumah sakit, terlebih kondisi pasien saat itu dinilai masih membutuhkan observasi serta penanganan medis lebih lanjut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Rumah Sakit Mitra Sejati terkait dugaan penolakan pasien tersebut. Peristiwa ini pun menjadi perhatian serius karena menyangkut pelayanan kesehatan dan hak pasien untuk mendapatkan penanganan medis yang layak. (Ahmad)



