
Danpos Bungursari Serma Asep S,hadiri Kajian Keadilan dan Ketaqwaan
Tasikmalaya,Tujuhsatu.com-
Mengokohkan keimanan, mempertegas keadilan, dan menyatukan tekad seluruh elemen bangsa, kegiatan kajian dan mudakkaroh digelar khidmat di Masjid Jami Saefulloh, Pondok Pesantren Miftahul Ulum, Kampung Gandok, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, pada Kamis, 24 September 2026.
Acara berlangsung mulai pukul 13.15 WIB hingga selesai sekitar pukul 15.15 WIB, berjalan aman, tertib, dan penuh keberkahan.
Kegiatan ini mengangkat kajian Kitab “Attibrul Masbuk Fii Nasihatil Muluk” — yang membahas pokok-pokok keadilan serta keinsafan — materi yang sangat relevan untuk dihayati oleh setiap pemimpin maupun setiap warga masyarakat. Kajian ini digagas dan diinisiasi di lingkungan Pondok Pesantren yang diasuh oleh KH Aban Bunyamin, menjadi bukti nyata bahwa dunia pesantren tetap menjadi benteng utama penjaga nilai luhur bangsa.
Hadir mewakili Komandan Koramil 1202/Indihiang, Danpos Bungursari Serma Asep S, yang turut hadir dan mengikuti jalannya kegiatan dengan khidmat. Kehadiran unsur pembina wilayah ini mempererat tali silaturahmi antara institusi TNI dengan tokoh agama dan masyarakat.
Hadir pula dalam kegiatan ini sejumlah pejabat tinggi, tokoh, dan perwakilan institusi, antara lain:
✅ Ketua MUI Kota Tasikmalaya
✅ Muspida diwakili Asisten Daerah
✅ Kepala Kantor Kemenag Kota Tasikmalaya
✅ Perwakilan Brigif 13 Galuh
✅ Perwakilan Lanud Wiriadinata
✅ Camat Bungursari diwakili Sekretaris Camat
✅ Kapolsek Indihiang
✅ Anggota Sub Garnisun Kota Tasikmalaya
✅ Para Ulama se-Kecamatan Bungursari
Kehadiran para pemimpin agama, pemerintahan, serta unsur TNI dan Polri dalam satu ruangan menjadi pemandangan yang menguatkan harapan. Semua duduk setara, mendengarkan nasihat kebenaran, dan merenungkan pentingnya menegakkan keadilan serta keinsafan di tengah kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
Tuntutan dan Ajakan untuk Semua Pihak
Dalam suasana yang menyentuh hati, pesan yang tersampaikan bukan sekadar pengetahuan, melainkan tuntutan yang harus dijalankan bersama:
Kepada para pemimpin: Tegakkan keadilan di mana pun berada. Jangan pilih kasih, jangan berpihak pada kekuasaan atau harta. Jadilah teladan yang jujur, adil, dan bermanfaat bagi rakyat banyak.
Kepada seluruh masyarakat: Milikilah keinsafan — sadar akan hak dan kewajiban, sadar bahwa setiap perbuatan akan dipertanggungjawabkan, serta hidup sederhana, bermoral, dan saling mengasihi.
Kepada seluruh elemen bangsa: Persatuan bukan sekadar kata di atas kertas. Tetaplah bersatu, jaga kerukunan, dan jangan mudah terpecah. Kekuatan kita ada pada kebersamaan. Jika ulama, pemerintah, TNI, Polri, dan rakyat bersatu, tidak ada kekuatan yang dapat meruntuhkan kita.
Kegiatan ini bukan sekadar pertemuan sesaat yang berakhir saat salam penutup dibacakan. Ini adalah janji yang harus ditunaikan. Keadilan tidak akan terwujud hanya dengan didengarkan, melainkan harus dijalankan mulai dari diri sendiri, mulai dari lingkungan terdekat, dan terus-menerus tanpa kenal lelah.
Semangat yang tumbuh dari kajian ini diharapkan menyebar ke seluruh penjuru Kota Tasikmalaya. Bahwa pesantren tetap menjadi mercusuar kebenaran, dan ulama tetap menjadi kompas arah bangsa. Selama keadilan dan keinsafan masih dijunjung tinggi, masa depan kita tetap terang.
(Reporter : Gilang Ferdian)



