DaerahNasionalPeristiwa

BEM UMN Al-Wasliyah “Ultimatum” Pemko dan APH: Tutup THM Galaxy, Tresya, dan Strong Cafe! Diduga Jadi Pusat Narkoba dan Miras Ilegal

Klik Untuk Mendengarkan Berita

Tanjungbalai,Tujuhsatu.com: Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muslim Nusantara (UMN) Al-Wasliyah melontarkan ultimatum keras kepada Pemerintah Kota (Pemko) dan Aparat Penegak Hukum (APH) Kota Tanjungbalai untuk segera menutup Tempat Hiburan Malam (THM) Galaxy, Tresya, dan Strong Cafe yang diduga kuat menjadi pusat peredaran narkoba dan minuman keras ilegal.
Ketua BEM UMN Al-Wasliyah, Tahan Erwin Silaen alias Fateh, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat kondisi yang dinilai sudah sangat mengkhawatirkan dan merusak masa depan generasi muda di Kota Tanjungbalai.

“Kami memberikan ultimatum kepada Pemko dan APH. Segera tutup THM Galaxy, Tresya, dan Strong Cafe yang kami duga menjadi sarang peredaran narkoba dan miras ilegal. Jika tidak ada tindakan tegas, kami pastikan akan turun ke jalan dengan massa yang lebih besar,” tegas Fateh, Jumat (27/03/2026).

Baca Juga :  Bantah Isu Pungli, PT. WPM Siap Tempuh Jalur Hukum

 

Fateh juga menyoroti fakta mencolok terkait maraknya pengungkapan kasus narkoba dalam jumlah besar di wilayah Tanjungbalai yang justru lebih sering dilakukan oleh aparat dari luar daerah, seperti Polres Asahan, Polda Sumatera Utara, hingga Mabes Polri.
Menurutnya, kondisi ini memunculkan dugaan serius adanya pembiaran, bahkan potensi “main mata” dalam penegakan hukum di wilayah tersebut.

“Ini sangat ironis. Penangkapan besar justru dilakukan oleh aparat dari luar Tanjungbalai. Lalu di mana peran Polres Tanjungbalai? Ada apa sebenarnya? Publik berhak curiga,” ujarnya dengan nada tegas.

Baca Juga :  Kontingen Kalimantan Tengah Berhasil Raih Medali Pertama dari Nomor LKKB Cabor Drumband

Ia bahkan menyebut, tidak menutup kemungkinan adanya praktik setoran atau upeti yang membuat peredaran narkoba di wilayah tersebut seolah berjalan mulus tanpa hambatan.

“Kami menduga ada pembiaran sistematis. Tidak logis jika peredaran narkoba begitu masif tetapi tidak tersentuh secara maksimal. Ini harus diusut tuntas. Jika benar ada oknum yang bermain, itu adalah pengkhianatan terhadap masyarakat,” tambahnya.

BEM UMN Al-Wasliyah juga menilai keberadaan tempat hiburan malam yang diduga bermasalah menjadi episentrum peredaran narkoba dan minuman keras ilegal di Kota Tanjungbalai.
“THM yang diduga menjadi tempat peredaran narkoba ini seolah dibiarkan beroperasi tanpa rasa takut. Ini bukan lagi sekadar pelanggaran, ini ancaman serius bagi generasi muda dan masa depan kota,” tegas Fateh.

Baca Juga :  Dugaan Ekspor Ilegal PFAD/POMEFAD di Medan, Suara Rakyat Indonesia Desak Polda Sumut Periksa Dirut PT Innabridge Selaras Energi

Selain itu, posisi geografis Tanjungbalai yang berbatasan dekat dengan Malaysia dinilai semakin memperparah situasi, karena berpotensi menjadi jalur strategis masuknya narkotika dari luar negeri.
Mengakhiri pernyataannya, Fateh menegaskan bahwa pihaknya akan terus mengawal isu ini hingga ada tindakan nyata dari pemerintah dan aparat penegak hukum.

“Jangan tunggu kota ini hancur karena narkoba. Jika aparat tidak bertindak, maka rakyat dan mahasiswa yang akan bergerak. Ini peringatan keras,” tutupnya.(Tim)

Artikel Terkait

Back to top button
Don`t copy text!