DaerahHukum & KriminalNasionalPeristiwa

GENG MOTOR MAKIN BRUTAL DI LUBUK PAKAM, BAYI DAN WARGA JADI SASARAN KEKHAWATIRAN

Klik Untuk Mendengarkan Berita

DELI SERDANG,Tujuhsatu.com— Aksi kelompok geng motor yang diduga kerap melakukan konvoi dan berkendara secara ugal-ugalan di wilayah Lubuk Pakam, Kabupaten Deli Serdang, kembali menjadi sorotan. Perilaku yang dinilai membabi buta tersebut memicu keresahan warga karena berpotensi mengancam keselamatan pengguna jalan hingga anak-anak dan bayi.

Kekhawatiran itu disampaikan Irfandi Ford, yang menilai aksi kelompok tersebut tidak dapat lagi dipandang sebagai kenakalan remaja biasa apabila sudah mengganggu keamanan dan kenyamanan masyarakat.

Menurut Irfandi Ford, masyarakat membutuhkan jaminan rasa aman, khususnya di kawasan permukiman dan jalan yang menjadi aktivitas warga. Aksi konvoi dengan kecepatan tinggi, suara kendaraan yang bising maupun perilaku agresif di jalan dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan dan membahayakan warga yang tidak memiliki kaitan dengan kelompok tersebut.

Baca Juga :  Ketua LSM penjara Sumut minta walikota tindak satu bangunan diduga tidak memiliki IMB dijalan letda sujono

“Yang menjadi kekhawatiran adalah keselamatan masyarakat. Jangan sampai aksi ugal-ugalan tersebut menyebabkan korban, terlebih jika yang menjadi korban adalah anak kecil atau bayi,” ujar Irfandi Ford.

Ia menegaskan, aparat penegak hukum perlu memberikan perhatian serius terhadap aktivitas kelompok geng motor di Lubuk Pakam. Langkah pencegahan melalui patroli pada jam dan lokasi yang dianggap rawan perlu diperkuat, disertai penindakan terhadap setiap pelanggaran yang ditemukan di lapangan.

Baca Juga :  Warga dan Aparat Bersitegang Aksi Demo di Lahan 32 H, di Helvetia 

Masyarakat juga diminta tidak mengambil tindakan sendiri atau melakukan aksi main hakim sendiri. Setiap kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan sebaiknya segera dilaporkan kepada aparat agar dapat ditangani sesuai ketentuan hukum.

Irfandi Ford berharap persoalan tersebut tidak menunggu sampai jatuhnya korban. Menurutnya, tindakan cepat diperlukan untuk mencegah aksi kelompok kendaraan bermotor berkembang menjadi tawuran, kekerasan, kecelakaan lalu lintas, maupun gangguan kamtibmas lainnya.

Baca Juga :  Rapat Dinas Kesatuan Pengamanan Rutan Kelas 1 Medan

“Jangan tunggu ada korban baru bertindak. Keselamatan warga, terutama anak-anak dan bayi, harus menjadi prioritas,” tegasnya.

Masyarakat Lubuk Pakam berharap aparat kepolisian bersama pemerintah daerah dapat meningkatkan pengawasan dan mengambil langkah preventif maupun penegakan hukum secara terukur. Keamanan jalan dan lingkungan merupakan hak seluruh masyarakat yang harus dijamin, tanpa terkecuali.

Artikel Terkait

Back to top button
Don`t copy text!