DaerahNasionalPeristiwa

PKN Kritik Keras Mahkamah Agung, Kasasi ke kantor nya sendiri , Dinilai Bentuk perlawanan terhadap gerakan Masyarakat mencegah dan brantas korupsi di indonesia .

Klik Untuk Mendengarkan Berita

JAKARTA –Tujuhsatu.com. – Pemantau Keuangan Negara (PKN) kembali melontarkan kritik tajam kepada Mahkamah Agung (MA).

Lembaga tertinggi peradilan tersebut dinilai tidak patuh terhadap UU No. 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik karena dinilai terus ngotot mengajukan kasasi melawan PKN, terkait sengketa permintaan Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) penggunaan keuangan negara di tubuh MA.

Ketua Umum PKN, Patar Sihotang, S.H., M.H., mengungkapkan rasa heran dan kecewanya terhadap sikap MA yang terkesan mengabaikan semangat transparansi. “Masalah ini simpel dan kecil, hanya soal PKN meminta LPJ penggunaan keuangan negara MA sesuai Pasal 2 UU No 14 Tahun 2008 dan Pasal 41 UU No 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Korupsi.

Baca Juga :  Kapolrestabes Medan Arahkan Personel Tetap Humanis dalam Pengamanan Aksi KBMN di DPRD Sumut

Tapi kenapa MA ngotot melakukan Kasasi? Ini seperti menggunakan hukum kekuasaan melawan rakyat,” ujar Patar dalam keterangannya, Kamis (09/04/2026).

Patar merasa sedih dan miris, sebagai pegiat anti korupsi, dirinya melihat MA seharusnya menjadi contoh kepatuhan hukum, bukan sebaliknya. Pihaknya juga menduga akan dikalahkan dalam tingkat kasasi ini, mengingat posisi MA yang mengugat PKN di kantornya sendiri.

Baca Juga :  Sepekan, Polrestabes Ungkap 61 Kasus, 87 Tersangka


“Kapan negeri ini berbudaya transparansi kalau lembaga sekelas Mahkamah Agung enggan patuh terhadap UU Keterbukaan Informasi. Ini bukan lagi soal transparansi, tapi MA terkesan memaksakan kehendak melawan gerakan anti korupsi,” tambah Patar.
Komisi Informasi
Kasus ini bermula dari permohonan informasi PKN atas LPJ keuangan MA yang tidak direspon dengan baik, hingga meluas menjadi saling gugat menggugat di ranah peradilan.

Baca Juga :  Poldasu Gelar Rakor Penanganan Antrean SPBU, Para Pihak Sepakati Percepatan Normalisasi Distribusi

PKN berharap MA kembali pada asas transparansi dan mendukung upaya pemberantasan korupsi, bukan justru mempersulit akses informasi publik.

Red, ( Ketua Umum PKN, Patar Sihotang)
((M.Muhajir))

Artikel Terkait

Back to top button
Don`t copy text!