DaerahNasionalPeristiwa

Ketua Harian Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sumut Ajak Masyarakat yang beragama Buddha Rayakan Imlek Tanpa Euforia.

Klik Untuk Mendengarkan Berita

Medan,Tujuhsatu.com- Ketua Harian Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sumut Indra Wahidin mengimbau agar momen Imlek 2026 tidak dirayakan secara berlebihan, seperti dengan pesta kembang api dan besar-besaran dan sejenisnya.

“Kita mengimbau untuk tidak dilaksanakan secara euforia yang berlebihan,” kata Indra dalam keterangannya di Kantor Inti Sumut, Senin 26/1/2026

Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk penghormatan kepada masyarakat yang tengah berduka akibat bencana yang menerpa Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Baca Juga :  PPK Se Kecamatan Bojong Tanda Tangani Pakta Integritas Terkait Pilbub Kab Purwakarta.

Imbauan tersebut disampaikan Indra pada kegiatan rapat bersama para Tokoh Buddha Tahun 2026 yang berlangsung di Kantor Wilayah Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sumut, Polonia Medan.

Sejumlah Perhimpunan Indonesia Tionghoa daerah juga menyatakan akan meniadakan ada pesta kembang api saat malam perayaan Imlek 2026, salah satunya Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sumut, Medan.

Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Sumut Jenly menegaskan bahwa tidak ada pesta kembang api saat malam perayaan Imlek 2026 di Medan.

Jenly menegaskan bahwa imbauan tersebut disampaikan dengan mempertimbangkan kondisi nasional, khususnya bencana banjir bandang yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, yang telah menimbulkan korban jiwa serta kerugian besar bagi masyarakat setempat.

Baca Juga :  Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Polres Binjai Ajak Personel Teladani Akhlak Rasulullah

“Kepekaan sosial menjadi penting agar perayaan tidak melukai rasa kemanusiaan saudara-saudara kita yang sedang terdampak bencana,” tegas Jenly.

Selain mengajak menahan euforia, Jenly juga meminta masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) selama momentum pergantian tahun, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan maupun risiko kebencanaan di wilayah masing-masing.

Baca Juga :  Satreskrim Polrestabes Bireuen Diduga Rekayasa Kasus, Tetapkan Tersangka Pelaku Usaha Tak Sesuai Prosedur

Kendati demikian, Jenly menyebutkan perayaan Imlek harus tetap diadakan di Medan meski dengan cara sederhana. Sebab, kata Jenly, Medan merupakan Kota terbesar ke tiga di Indonesia dan merupakan kota global sehingga Medan akan disorot oleh dunia.

“Tetapi yang jelas saya tidak ingin kita menampakkan kemewahan berlebihan dan tidak punya empati dengan apa yang terjadi dengan saudara-saudara kita yang ada di Sumatera,” kata Jenly. (Tim)

Artikel Terkait

Back to top button
Don`t copy text!