DaerahKesehatanNasional

Pemkab Purwakarta Siapkan Strategi Menurunkan Angka Stunting

Klik Untuk Mendengarkan Berita

PURWAKARTA ,Tujuhsatu.Comb– Pada tahun 2024, data dari Survei Kesehatan Indonesia menunjukkan adanya kenaikan balita terdampak stunting di Purwakarta dari 21,8% pada tahun 2023 menjadi 24%.

Stunting merupakan kondisi dimana tinggi badan anak lebih pendek dibandingkan anak-anak seusianya, yang juga dapat mempengaruhi kesehatan dan kecerdasan anak. Kabupaten Purwakarta ditargetkan untuk menurunkan angka stunting dari 24% menjadi 21,02%, mengurangi sebanyak 2,98%.

Data terbaru menunjukkan adanya kenaikan prevalensi stunting harus ditanggapi dengan serius. kaitannya dengan stunting ini Pj. Bupati Purwakarta Benni Irawan menuturkan bahwa Purwakarta sudah memiliki mekanisme penanganan yang sistematis. Lantaran soal Stunting merupakan isu yang tidak hanya menjadi perhatian lokal tetapi juga nasional.

Berkaca pada tahun 2023 lalu hal ini pernah dibahas oleh Beni dengan ikut mengintervensi sesuai arahan dari pemerintah pusat kasus stunting di setiap daerah harus bisa ditekan hingga 14 persen di 2024 mendatang. Mengacu pada data tahun 2022 berada angka 21,8 persen. Sedangkan target pemerintah itu turun di angka 14 persen.

Baca Juga :  Imipas Peduli, Rutan Kelas I Medan Salurkan Bantuan Renovasi Toilet dan Susu untuk Siswa SD & SMP Taruna Karya

“Memang berat PR kita di 2024 mendatang untuk menekan angka stunting di Kabupaten Purwakarta ini,” imbuhnya pada waktu itu.

Kenaikan ini juga terlihat di beberapa daerah di Jawa Barat dan tingkat nasional, tentunya perlu menjadi perhatian khusus bagi kita, khususnya di Purwakarta.

Karena ini ada kaitan besar dengan bonus demografi penduduk Indonesia selayaknya bonus demografi ini akan berubah jika tidak bisa memanfaatkan momentum ini. Benni mengatakan bahwa bonus demografi ini dapat berubah menjadi bencana demografi jika generasi muda tidak produktif.

Baca Juga :  Video Viral Soal Gudang BBM Ilegal di Tenayan Raya Terbantahkan, Ternyata Kandang Kambing dan Penyulingan Minyak Sirih

“Ini menjadi tanggung jawab kita semua, pemerintah harus mempersiapkan generasi sekarang untuk menjadi generasi yang produktif, sehat, dan cerdas,” ungkapnya.

Menurut Benni, saat ini ada sekitar 15 ribu balita di Purwakarta yang perlu mendapat perhatian khusus dari pemerintah dengan mengacu Pada Survey Kesehatan Indonesia.

“Kita harus mendalami dari 15 ribu ini, yang sudah terdampak stunting ada berapa? Di mana posisinya? Di desa mana? Di rumah yang mana? Itu yang saya maksud dengan by name, by address,” jelasnya.

Kendati demikian perlu adanya intervensi dan upaya pencegahan yang lebih efektif meskipun upaya yang sudah berjalan terbukti adanya penurunan angka Stunting.

Benni menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, termasuk kampus dan dunia usaha. Pemda Purwakarta perlu lebih intens membangun komunikasi dengan kampus, karena kampus juga memiliki banyak resources yang bisa memberi masukan dan kontribusi. Selain itu Ia juga mengajak BUMN dan BUMD untuk menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tim ini.

Baca Juga :  Bakti Sosial di Wilayah Hukum Polsek Besitang

Dengan kolaborasi yang baik dan strategi yang terukur, diharapkan angka stunting di Purwakarta dapat diturunkan sesuai target yang ditetapkan oleh provinsi, demi mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif, serta mendukung pencapaian Indonesia Emas 2045. Benni menambahkan bahwa dalam desain konsep yang telah disiapkan, pihak-pihak terkait akan terlibat untuk memastikan program berjalan lebih efektif.

“Kita perlu memastikan soal data yang by name, by address. Pendekatan-pendekatan orang tua juga bisa kita lakukan, tapi harus betul-betul terukur,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Back to top button
Don`t copy text!