DaerahNasionalUncategorized

Pemkot Bandar lampung Sertakan Modal Rp37,5 Miliar untuk BUMD

Klik Untuk Mendengarkan Berita

 

Bandar Lampung,Tujuhsatu.com.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menghabiskan dana Rp 37,5 miliar untuk penyertaan modal ke lima Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Penyertaan modal tersebut dilakukan guna meningkatkan kinerja BUMD.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BUMD) Kota Bandar Lampung, M Nur Ramdhan merincikan Bank Waway memperoleh modal Rp5 miliar. Sementara Bank Syariah Bandar Lampung, PD Kebersihan dan PD Pasar masing-masing memperoleh Rp2,5 miliar.

Baca Juga :  ‎Barak Diduga Lokasi Pesta Sabu di Langkat Diratakan, Satresnarkoba Polres Binjai Tegaskan Perang Terhadap Narkoba ‎

“Perumda Air Minum Way Rilau memperoleh penyertaan modal tertinggi yakni Rp25 miliar,” kata M Nur Ramdhan, Senin (23/1).

M Nur Ramdhan menegaskan jika penyertaan modal yang diberikan pemerintah bukan untuk membayar gaji para karyawan. Melainkan untuk operasional dan pembelian mesin serta perawatan.

Baca Juga :  Dalam rangka memeriahkan HUT ke- 79 RI, GODAMS Bersama Tim URC Ojol membagikan Bendera Gratis ke Pengendara dan Melakukan Kunjungan ke Situs Nasional di Sumatera Utara.

“Tapi kalau BUMD masih kecil dan belum mandiri kemakan untuk operasional. Seharusnya tidak boleh,” ujarnya.

Menurutnya, Bank Waway dan Bank Syariah Bandar Lampung sudah mandiri. Sementara BUMD lainnya masih mengandalkan penyertaan modal pemerintah.

“PDAM itu masih ada masalah utang, jadi susah lagi untuk mandiri,” jelasnya.

Baca Juga :  Bea Cukai Sulbagsel Asah Kemampuan Kehumasan Lewat Dialog Internal

Lebih lanjut, M Nur Ramdhan mengaku jika BUMD belum bisa memberikan keuntungan maksimal pada PAD. Tercatat yang sudah memberikan pemasukan PAD yaini Bank Waway Rp6 miliar dan Bank Syariah Bandar Lampung Rp3 miliar.

“Hingga saat ini belum ada rencana untuk membentuk BUMD. Kita akan memaksimalkan BUMD yang ada,” ujarnya.(HMS)(***).

Artikel Terkait

Back to top button
Don`t copy text!