KesehatanNasional

Pascaoperasi Benjolan di Kepala, Pj Gubernur Sumut Jenguk Balita Mesrida Waruwu dari Nias

Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin menjenguk Balita Mesrida Waruru (3,6), anak nelayan asal Nias Utara, usai menjalani operasi benjolan di kepala belakang, di Jalan Karya Indah, Tanjung Sari, Medan, Senin (25/12) (DISKOMINFOSUMUT)
Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin menjenguk Balita Mesrida Waruru (3,6), anak nelayan asal Nias Utara, usai menjalani operasi benjolan di kepala belakang, di Jalan Karya Indah, Tanjung Sari, Medan, Senin (25/12) (DISKOMINFOSUMUT)

MEDAN -tujuhsatu.com*  Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin menjenguk Balita Mesrida Waruru (3,6), anak nelayan asal Nias Utara, usai menjalani operasi benjolan di kepala belakang. Mesrida Waruru diharapkan segera pulih dan menjadi anak yang sehat, pintar, serta bisa menjadi kebanggaan orang tua.

MEDAN -tujuhsatu.com*  Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin menjenguk Balita Mesrida Waruru (3,6), anak nelayan asal Nias Utara, usai menjalani operasi benjolan di kepala belakang. Mesrida Waruru diharapkan segera pulih dan menjadi anak yang sehat, pintar, serta bisa menjadi kebanggaan orang tua. 
Saat dikunjungi Pj Gubernur Hassanudin dan rombongan, di Jalan Karya Indah, Tanjung Sari, Medan, Senin (25/12), Mesrida sudah terlihat lincah pascaoperasi yang dilakukan di Rumah Sakit Spesialis Bedah Accuplast Medan. 

"Waktu itu saya ada kunjungan ke Nias Utara. Saya bertemu dengan kedua orangtua Mesrida. Mereka menceritakan penyakit yang dialami oleh anak perempuannya itu. Setelah saya melihat kondisi sang anak, serta kondisi orangtuanya, mereka harus ke Medan untuk mendapat pelayanan kesehatan yang maksimal," ujar Pj Gubernur. 

Pj Gubernur mengatakan, bantuan seperti inilah yang dapat dilakukannya sebagai pemimpin di Sumut. Antara lain dengan memberikan bantuan fasilitas kesehatan lebih baik kepada masyarakat yang membutuhkan. 

Mesrida Waruwu adalah anak pertama dari pasangan Firama Jaya Waruwu dan Noviati Zega. Anaknya diketahui menderita benjolan setelah usia sebulan. Ayah Mesrida adalah warga Desa Siofabanua, Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, yang bekerja sebagai nelayan. 

"Benjolan di kepala anak saya memang dari kecil sudah kelihatan. Lama-kelamaan semakin membesar. Tapi anak saya tidak merasakan ada sakit. Anak saya tumbuh seperti anak biasanya. Kalaupun jatuh dan mengenai benjolan, ia tidak merasakan sakit juga," tutur Firama, yang sembari merangkul anak perempuannya itu.

Namun, lanjutnya, karena benjolan tersebut kian membesar dan dikhawatirkan akan mengganggu Mesrida saat besar kelak, maka Firma dan istri mulai berupaya mencari pengobatan untuk anaknya tersebut. Termasuk menceritakannya kepada Pj Gubernur, saat mengunjungi Nias Utara. 

Ternyata, tidak butuh waktu lama dan saat itu juga, Pj Gubernur langsung menyatakan akan membantu dan anaknya harus dibawa segera ke rumah sakit di Medan. Sebulan setelah kunjungan Pj Gubernur tersebut, Firama bersama istri dan anaknya, pun berangkat ke Medan, untuk pengobatan. 

"Ternyata, niat kami itu terjawab sudah. Kami merasa bersyukur dan senang sekali, anak kami sudah dioperasi dan kembali sehat.  Banyak yang membantu kami. Mulai dari Bapak Pj Gubernur Sumut, Pemkab Nias Utara, Kodim 0213/Nias, pihak Rumah Sakit Pratama Nias Utara, Rumah Sakit Betesda Gunungsitoli, perawat dari Puskesmas Tuhemberua, yang juga ikut ke Medan. Kami sangat bersyukur mendapat bantuan dari semuanya. Kalau tidak ada orang-orang baik ini, mana mungkin anak saya dioperasi," ujarnya. 

Kunjungan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Lubis, Dandim 0213/Nias Letkol Inf Torang Parulian Malau, Danramil Desiman Waruwu, dan lainnya yang telah memfasilitasinya selama lima hari di Medan.*(Rizky Zulianda)* (H21/DISKOMINFOSUMUT)
 Saat dikunjungi Pj Gubernur Hassanudin dan rombongan, di Jalan Karya Indah, Tanjung Sari, Medan, Senin (25/12), Mesrida sudah terlihat lincah pascaoperasi yang dilakukan di Rumah Sakit Spesialis Bedah Accuplast Medan. 

“Waktu itu saya ada kunjungan ke Nias Utara. Saya bertemu dengan kedua orangtua Mesrida. Mereka menceritakan penyakit yang dialami oleh anak perempuannya itu. Setelah saya melihat kondisi sang anak, serta kondisi orangtuanya, mereka harus ke Medan untuk mendapat pelayanan kesehatan yang maksimal,” ujar Pj Gubernur.

Baca Juga :  Diduga Galian C Ilegal Milik Mr.X Di Desa Penara Kebun Tanjung Morawa Masih Beroprasi
Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin menjenguk Balita Mesrida Waruru (3,6), anak nelayan asal Nias Utara, usai menjalani operasi benjolan di kepala belakang, di Jalan Karya Indah, Tanjung Sari, Medan, Senin (25/12) (DISKOMINFOSUMUT)
Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin menjenguk Balita Mesrida Waruru (3,6), anak nelayan asal Nias Utara, usai menjalani operasi benjolan di kepala belakang, di Jalan Karya Indah, Tanjung Sari, Medan, Senin (25/12) (DISKOMINFOSUMUT)

Pj Gubernur mengatakan, bantuan seperti inilah yang dapat dilakukannya sebagai pemimpin di Sumut. Antara lain dengan memberikan bantuan fasilitas kesehatan lebih baik kepada masyarakat yang membutuhkan.

Mesrida Waruwu adalah anak pertama dari pasangan Firama Jaya Waruwu dan Noviati Zega. Anaknya diketahui menderita benjolan setelah usia sebulan. Ayah Mesrida adalah warga Desa Siofabanua, Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, yang bekerja sebagai nelayan.

“Benjolan di kepala anak saya memang dari kecil sudah kelihatan. Lama-kelamaan semakin membesar. Tapi anak saya tidak merasakan ada sakit. Anak saya tumbuh seperti anak biasanya. Kalaupun jatuh dan mengenai benjolan, ia tidak merasakan sakit juga,” tutur Firama, yang sembari merangkul anak perempuannya itu.

Baca Juga :  Pemkot Bandar lampung hadirkan tim pendamping keluarga cegah stunting

Namun, lanjutnya, karena benjolan tersebut kian membesar dan dikhawatirkan akan mengganggu Mesrida saat besar kelak, maka Firma dan istri mulai berupaya mencari pengobatan untuk anaknya tersebut. Termasuk menceritakannya kepada Pj Gubernur, saat mengunjungi Nias Utara.

Ternyata, tidak butuh waktu lama dan saat itu juga, Pj Gubernur langsung menyatakan akan membantu dan anaknya harus dibawa segera ke rumah sakit di Medan. Sebulan setelah kunjungan Pj Gubernur tersebut, Firama bersama istri dan anaknya, pun berangkat ke Medan, untuk pengobatan.

Baca Juga :  Stakeholder Muspida khususnya Polri diminta tindak tegas oknum penjual miras, Obat-obatan ilegal, dan bisnis prostitusi

“Ternyata, niat kami itu terjawab sudah. Kami merasa bersyukur dan senang sekali, anak kami sudah dioperasi dan kembali sehat.  Banyak yang membantu kami. Mulai dari Bapak Pj Gubernur Sumut, Pemkab Nias Utara, Kodim 0213/Nias, pihak Rumah Sakit Pratama Nias Utara, Rumah Sakit Betesda Gunungsitoli, perawat dari Puskesmas Tuhemberua, yang juga ikut ke Medan. Kami sangat bersyukur mendapat bantuan dari semuanya. Kalau tidak ada orang-orang baik ini, mana mungkin anak saya dioperasi,” ujarnya.

Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin menjenguk Balita Mesrida Waruru (3,6), anak nelayan asal Nias Utara, usai menjalani operasi benjolan di kepala belakang, di Jalan Karya Indah, Tanjung Sari, Medan, Senin (25/12) (DISKOMINFOSUMUT)
Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Hassanudin menjenguk Balita Mesrida Waruru (3,6), anak nelayan asal Nias Utara, usai menjalani operasi benjolan di kepala belakang, di Jalan Karya Indah, Tanjung Sari, Medan, Senin (25/12) (DISKOMINFOSUMUT)

Kunjungan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Sumut Alwi Mujahit Lubis, Dandim 0213/Nias Letkol Inf Torang Parulian Malau, Danramil Desiman Waruwu, dan lainnya yang telah memfasilitasinya selama lima hari di Medan.*(Rizky Zulianda)* (H21/DISKOMINFOSUMUT)

Berita Terkait

Back to top button
Don`t copy text!