DaerahNasionalPendidikan

Agar Maksimal! Dedeh Halimah: Kerja Ikhlas, Keras, Totalitas

Klik Untuk Mendengarkan Berita

PurwakartaTujuhsatu.com || Kerja Ikhlas, Kerja Keras, Kerja totalitas, menjadi kunci penting untuk memperoleh hasil maksimal dalam sebuh pekerjaan, dengan sebelumnya juga harus diawali dengan program atau perencanaan yang matang juga. Dalam dunia pendidikan, tambahan kerja sabar juga menjadi hal penting, karena pendidikan bertujuan membangun karakter, mental, akhlaq, atau jiwa Manusia atau Sumber Daya Manusia (SDM). Begitu sekilas ungkapan dari kepala sekolah SDN 1 Mekargalih kecamatan Jatiluhur, Purwakarta, Dedeh Halimah, Jumat (14/4) saat mengikuti kegiatan sekaligus penutupan Masantren Disakola, di sekolahnya, pagi.

“Kita jalani semua dengan ikhlas, serta penuh totalitas, sesuai kemampuan yang ada, supaya hasilnya puas”. Ungkap Dedeh, saapaan akrab Dedeh Halimah.

Dedeh pun mengungkapkan jika tidak ada keberhasilan tanpa kerja team yang solid dan kompak.

Baca Juga :  PPK Tanjung Morawa Diduga Mafia Penggelembungan Suara

“Sinergi dengan semua stakeholder itu penting dilakukan, apalagi bicara pendidikan, yang semua memerlukan kerja team yang solid dan kompak sesuai dengan tugas dan keahliannya, dan harus terus meningkakan kompetensinya”. Jelasnya.

Dalam menjalankan tugasnya sebagai kepala sekolah, Dedeh mengaku jika dirinya terus belajar untuk tidak melakukan kalimat perintah kepada para guru atau staf, termasuk kepada para murid.

“Dalam bekerja, saya terbiasa mengajak, bukan menyuruh atau asal main perintah. Artinya apapun itu dalam sebuah pekerjaan, saya sebagai kepala sekolah harus bisa menjadi pelopor di lingkungan tersebut”, jelasnya..

“Untuk kenyamanan dalam kegiatan belajar mengajar, Lanjut Dedeh, prioritas utama lingkungan harus bersih. Dengan lingkungan
yang bersih, tertata rapi, yang dampaknya kemungkinan besar dapat berfikir dan bekerja serasa lebih plong atau leluasa gitu. Jadi mengerjakan apapun kalau hati dan fikiran tenang, akan berasa ringan dan hasil pun akan maksimal”. Urainya.

Baca Juga :  Perkuat Pasar Tradisional di Era Digitalisasi, APPSINDO Milenial Kota Medan Gelar Diskusi Publik

“Pada kesempatan Ramadhan kali ini, masih kata Dedeh, saya merasa semua kegiatan normal seperi biasa. Perbedaannya mungkin materi yang lebih pada pendidikan keagamaan”. Terangnya.

Dedeh pun menerangkan serangkaian kegiatan yang di jalankan para guru serta murid dari mulai pagi sampai siang.

“Ada dua kelas pada kegiatan masantren Disakola, kelas bawah untuk siswa kelas 1,2,3 dan kelas atas siswa kelas 4,5,6. Diawali Pagi hari dengan tadarus, Kemudian sholat Dhuha, ada materi fiqih, akhlaq, tarikh,” jelas Dedeh sambil mengajak berkeliling ruangan pada jalannya kegiatan.

Baca Juga :  Unila Lakukan Seleksi Tahap Wawancara dan Microteaching bagi Peserta PPPK

Terlihat pada semua jenis kegiatan, semua guru diberdayakan untuk mengisi jalannya kegiatan, dengan koordinator guru pendikan agama islam (PAI), semangat anak- anak pun terlihat khidmat mengikuti jalannya kegiatan.

Beberapa kegiatan seperti praktek sholat jelas terlihat semua murid serius mengikuti, bahkan tidak satupun bergeming saat beberapa camera foto mengabadikan jalannya kegiatan praktek sholat.

Nurdin Cahyadi
disdik.purwakartakab.go.id

Artikel Terkait

Back to top button
Don`t copy text!